Mitra mabes,com Bengkulu Utara (02/03/26),-Keracunan makanan adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya mual, muntah, atau diare setelah mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Kontaminasi tersebut dapat disebabkan oleh kuman atau racun yang masuk ke dalam makanan.
Gejala keracunan makanan dapat terlihat setelah beberapa menit, jam, atau hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Kecepatannya tergantung dari jenis makanan dan penyebabnya.
Keracunan makanan dapat terjadi akibat kesalahan pengolahan makanan, terkadang bahan makanan yang mengandung protein tinggi dapat menjadi racun apabila salah pengolahan nya.
Berikut bakteri dan mikroba yang seringkali tumbuh dan berkembang pada makanan akibat salah dalam pengolahan
Salmonella: Ini adalah penyebab keracunan makanan yang paling umum di AS. Salmonella juga menyebabkan sebagian besar rawat inap dan kematian. Telur mentah dan unggas yang kurang matang adalah sumber yang umum.
E. coli: Bakteri E. coli tidak selalu menyebabkan penyakit. Tetapi beberapa strain menghasilkan racun yang mengiritasi usus kecil Anda. Bakteri ini sering ditemukan dalam daging yang kurang matang dan sayuran mentah.
Listeria: Bakteri ini dapat hidup di keju lunak, kecambah mentah, daging olahan, dan sosis. Infeksi Listeria (listeriosis) sangat berbahaya selama kehamilan.
Norovirus: Anda dapat tertular norovirus dengan mengonsumsi kerang yang kurang matang, sayuran hijau, atau buah-buahan segar. Anda juga dapat tertular dari orang yang sakit. Virus ini merupakan penyebab umum flu perut.
Hepatitis A: Virus hepatitis A dapat menginfeksi kerang, hasil pertanian segar, atau air dan es yang terkontaminasi oleh tinja. Seperti infeksi hepatitis virus lainnya, hepatitis A dapat merusak hati Anda.
Staphylococcus: Infeksi staph dapat terjadi ketika bakteri berpindah dari orang yang terinfeksi ke makanan yang mereka tangani. Terutama jika mereka menyentuh daging dan produk susu. Infeksi ini dapat memengaruhi banyak bagian tubuh.
Campylobacter: Infeksi bakteri umum ini menghasilkan gejala yang parah. Anda mungkin sakit selama berminggu-minggu. Sumber umum termasuk unggas yang kurang matang, sayuran yang terkontaminasi, dan susu mentah.
Shigella: Shigella sering ditemukan dalam salad berbasis krim atau mayones, seperti tuna, kentang, makaroni, atau ayam. Bakteri ini dapat menyebabkan darah atau lendir dalam diare Anda (disentri basiler).
Jadi akibat kesalahan pengolahan dan kesalahan pengemasan dapat menyebabkan makanan yang seharusnya memiliki protein dan gizi yang tinggi justru jadi racun yang dapat mengakibatkan kematian.
(Ruskan Fanani MBS Bengkulu utara)










