Pemanen Kebun Rambutan Abaikan K3 dan Resiko Kesetrum Karena Tanpa APD Ketika Bekerja Dibawah Jaringan Listrik, Kadisnaker Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi.

Senin, 2 Maret 2026 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sergai – MBS – Manajemen PTPN IV Regional 1, Kebun Rambutan, disorot tajam lantaran diduga mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karyawannya. Berdasarkan pantauan lapangan, ditemukan pemanen kelapa sawit yang bekerja di bawah jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan sesuai standar.

Karyawan yang bertaruh nyawa tersebut diduga dilakukan oleh tenaga kerja, termasuk permanen/PKWT, yang memanen di sekitar Afdeling VII, Kebun Rambutan, pada hari Kamis (19/02/2026).

Aksi nekat ini diduga dilakukan demi mengejar target produksi, tanpa mempertimbangkan risiko tersengat listrik tegangan tinggi yang fatal.
Terkait temuan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sopian Suri, terkesan bungkam ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp nya pada hari Jum’at, 27 Februari 2026. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak Disnaker Sergai belum memberikan tanggapan resmi maupun tindakan nyata terkait pengawasan K3 di lokasi tersebut.

Sikap bungkam Disnaker Sergai ini dinilai memperpanjang deretan dugaan pengabaian K3 di perkebunan wilayah tersebut. Sebelumnya, pada Oktober 2025, insiden karyawan perkebunan di Sergai tewas akibat tersengat listrik saat memanen sawit juga sempat terjadi.

Publik mendesak agar Disnaker segera turun ke lapangan dan memberikan sanksi tegas kepada pihak manajemen kebun yang lalai memberikan perlindungan bagi karyawannya.

Sesuai UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, perusahaan wajib menyediakan APD dan menjamin keselamatan pekerja.

Hingga saat ini, Manager Kebun Rambutan juga belum memberikan konfirmasi resmi meski telah dicoba dikonfirmasi melalui surat secara resmi oleh awak media terkait temuan tersebut. (Syahrial).

Berita Terkait

SPBU 14.205.1135 Beringin Diduga Berikan Gaji Dibawah UMK Dan Ketiadaan BPJS Pekerja, Manager Bungkam Ketika Dikonfirmasi.
DIDUGA BERADA DI KAB BUNGO JAMBI, NOVITA WARGA LABUHANBATU YANG PERGI DARI RUMAH SEJAK JULI 2025 MASIH DALAM PENCARIAN KELUARGA
Abaikan Keselamatan Kerja, Manager Kebun Tanah Raja Bungkam Terkait Temuan Karyawan Tanpa APD Lengkap.
Management PT Socfindo Kebun Matapao, Terima Audensi Awak Media Dengan Suasana Kekeluargaan.
Pemanen Kebun Rambutan Bertaruh Nyawa Dalam Bekerja, Demi Mengejar Produksi.
IPAL Tidak Berfungsi Dengan Baik, Limbah Lateks di TPH Afdeling I Kebun Tanah Raja, yang Diduga Mengandung B3, Dibuang ke Jalan.
PTPN IV Plamco Berpotensi Merugi Besar Karena Banyak Buah Sawit Matang Tidak Dipanen dan Berondolan Banyak yang Tidak Dikutip di Afdeling III Kebun Rambutan.
Masyarakat Menantikan Hasil Laboratorium Mengenai Limbah Dua Kilang Ubi yang Diduga Mencemari Aliran Parit Hingga Sungai Liberia.

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 01:09 WIB

SPBU 14.205.1135 Beringin Diduga Berikan Gaji Dibawah UMK Dan Ketiadaan BPJS Pekerja, Manager Bungkam Ketika Dikonfirmasi.

Senin, 2 Maret 2026 - 00:50 WIB

Pemanen Kebun Rambutan Abaikan K3 dan Resiko Kesetrum Karena Tanpa APD Ketika Bekerja Dibawah Jaringan Listrik, Kadisnaker Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi.

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:19 WIB

DIDUGA BERADA DI KAB BUNGO JAMBI, NOVITA WARGA LABUHANBATU YANG PERGI DARI RUMAH SEJAK JULI 2025 MASIH DALAM PENCARIAN KELUARGA

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:07 WIB

Abaikan Keselamatan Kerja, Manager Kebun Tanah Raja Bungkam Terkait Temuan Karyawan Tanpa APD Lengkap.

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:25 WIB

Management PT Socfindo Kebun Matapao, Terima Audensi Awak Media Dengan Suasana Kekeluargaan.

Berita Terbaru