Mitramabes.com – Nganjuk — SMKN 2 Bagor menjadi sorotan publik di tengah berkembangnya isu dugaan pungutan yang turut menyeret nama SMKN 1 Bagor. Di saat polemik tersebut belum sepenuhnya mendapat penjelasan terbuka, sekolah menggelar kegiatan IJTI Goes To School, program edukasi jurnalistik bagi pelajar.
Kegiatan tersebut dinilai positif dalam meningkatkan literasi media siswa. Namun, momentum pelaksanaannya memunculkan pertanyaan dari masyarakat dan wali murid yang berharap pihak sekolah lebih dahulu memberikan klarifikasi terkait isu dugaan pungutan yang berkembang.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sorotan juga disampaikan Ketua Komunitas Salam Lima Jari yang sering disapa Namanya Bu Yulma, yang menilai klarifikasi seharusnya disampaikan langsung oleh pihak yang berwenang di lingkungan sekolah, yakni kepala sekolah maupun komite sekolah, agar informasi yang diterima publik menjadi jelas dan tidak menimbulkan berbagai persepsi.
Di tengah situasi tersebut, muncul pula pertanyaan di kalangan masyarakat apakah pelaksanaan kegiatan jurnalistik ini berkaitan dengan upaya meredam atau mengalihkan perhatian publik dari isu dugaan pungutan yang sebelumnya telah viral. Namun hingga kini, hal tersebut masih sebatas pandangan dan belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun penyelenggara kegiatan masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi guna memperoleh penjelasan secara berimbang.
Publik berharap transparansi dan komunikasi terbuka dapat segera dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tetap terjaga.
Media akan terus melakukan penelusuran dan menghadirkan informasi sesuai prinsip jurnalistik yang profesional dan berimbang.
Mitramabes.com Jurnalis Nganjuk Jomsen Silitonga










