Diduga Anggaran Perawatan Dikorupsi, TBM Pohon Sawit di Afdeling VII Kebun Tanjung Garbus Terlihat Memprihatinkan.

Senin, 23 Februari 2026 - 00:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang – MBS – Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) pohon sawit di Afdeling VII Kualanamu Kebun Tanjung Garbus PTPN IV regional 2, terlihat sangat mengkhawatirkan dan memprihatinkan seperti tidak terawat, karena terlihat banyak yang kurus, kerdil sehingga tumbuh tidak merata, ditambah banyaknya tanaman lalang dan gulma lainnya serta minimnya tanaman mucuna nya yang sangat wajib ada pada tanaman TBM, sehingga menambah buruk pada pertumbuhan TBM pohon sawit nya, Senin, (23/02/2026).
TBM pohon sawit yang terlihat kurus dan kerdil seperti tidak terawat, diduga karena tidak optimalnya dalam perawatan yang dilakukan, karena terlihat banyak tanaman yang mati dan diganti, ditambah banyaknya tanaman lalang dan gulma lainnya serta tanaman mucuna bracteata (tanaman penutup tanah) yang wajib harus ada, karena sangat penting bagi tanaman baru juga banyak yang tidak ada, ini menandakan tidak becus atau tidak profesional dalam perawatan yang dilakukan, padahal perusahaan sudah mengeluarkan anggaran yang besar bagi TBM.
Sehingga dugaan adanya penyalahgunaan pada anggaran perawatan TBM mencuat, yang diduga mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, karena banyaknya kejanggalan seperti yang terlihat dengan kasat mata, tentu hal ini sangat merugikan perusahaan, karena berdampak juga pada masa panen yang tertunda dan tidak maksimal sesuai dengan rencana dan harapan perusahaan.
Mendapati temuan tersebut awak Media coba konfirmasi ke Berkat Banjar Nahor Asisten Afdeling VII Kebun Tanjung Garbus, melalui via WhatsApp nya, pada hari Minggu, 22 Februari, menanyakan mengenai TBM yang terlihat tidak terawat, beliau menjawab,
” Untuk tbm ini pak Bru disisip 21.790 pokok pada bulan 5-7 tahun 2025 akibat serangan oryctes karena terkendala pembayaran dr vendor pada tahun 2024 makanya tidak sama dengan yg lain sehingga nampak kerdil dr tanaman yg lama
Dan perusahaan melakukan penyisipan pokok
Sehingga tidak sama
Untuk areal mucuna tidak ada hanya beberapa blok saja karena terendam banjir pada bulan Desember 2025 lalu dan akan disisip mucuna serta perbaikan areal tergenang dengan excavator PC 50 sudah ada di areal
Untuk areal lalang masih dikerjakan sesuai rotasi.
Mendapati jawaban tersebut, awak Media menilai adanya kejanggalan, apalagi menyangkut dana anggaran yang terkendala dari vendor, tentu itu menjadi tanggung jawab vendor, sedangkan masalah tanaman mucuna nya hanya beberapa blok saja, itupun juga sudah salah, padahal awak Media sudah monitor dan mengamati mulai tanaman ulang (TU).
Yang emang dari awal seperti itu, terbukti awak Media juga ada mengirimkan foto dan video yang diambil pada tanggal 09 Oktober 2025, pada Asisten sewaktu konfirmasi dan emang seperti itu keadannya, bukan karena banjir, kalau dibilang banjir pada Desember 2025, sehingga awak Media menduga Asisten hanya mencari alasan saja guna menutupi kejanggalan tersebut.
Sedangkan masalah tanaman lalang, juga tidak ada habisnya, karena setelah di racun, tidak berapa lama tumbuh kembali, dan begitu terus tanpa ada penyelesaian yang pasti, padahal bisa dioptimalkan jika dikerjakan dengan benar, seperti menggunakan racun yang tepat dan dosis yang tepat pula, karena tanaman lalang itu sangat pantang di tanaman perkebunan PTPN IV.
Sehingga diharapkan pihak terkait seperti pihak kejaksaan, guna menyelidiki adanya dugaan penyalahgunaan anggaran perawatan pada TBM sawit di afdeling VII Kebun Tanjung Garbus, jika terbukti adanya penyalahgunaan anggaran yang mengakibatkan TBM sawit tersebut menjadi terlihat memprihatinkan dan merugikan keuangan perusahaan (negara) tentu harus ditindak dengan tegas, siapapun yang terlibat.
Dan bagi management PTPN IV Plamco, khususnya regional 2, segera mengaudit Management Kebun Tanjung Garbus, khususnya pada afdeling VII, guna menyelidiki adanya dugaan penyalahgunaan anggaran perawatan TBM, karena adanya kejanggalan dari hasil TBM yang terlibat memprihatinkan seperti tidak terawat, dan menindak dengan tegas jika ditemukan terbukti adanya penyalahgunaan anggaran perawatan TBM tersebut. (Syahrial).

Berita Terkait

ANAK 12 TAHUN MENINGGAL DUNIA DIDUGA AKIBAT KEKERASAN IBU TIRI, PUBLIK DESAK PENEGAKAN HUKUM TEGAS
Layani Truk Tangki CPO Isi Solar Subsidi, SPBU 14.205.1111 Pagar Jati Abaikan Larangan dan Peraturan Pertamina.
Masyarakat Desa Liberia Kecewa Dengan Tidak Dipublikasikannya Hasil Lab, Tuntut Segera Dipublikasikan Demi Kepastian Hukum.
Tidak Dipublikasikannya Hasil Lab yang Telah Keluar, Integritas DLH Sergai dan Polres Sergai Dipertaruhkan.
Dinas Pertanian Sergai Diduga Terima Proyek Pintu Air Irigasi Sei Rejo yang Terlihat ” Asal Jadi dan Tidak Sesuai Spesifikasi.”
“Hasil Lab Dari DLH Sergai Telah Keluar, Namun Belum Dipublikasikan, Diduga Ada Skenario.”
Proyek Sumur Bor Irigasi Tanah Dangkal di Sei Rejo Diduga Jadi Bancakan Korupsi dan Tidak Efektif, Dedy Iskandar Kadis Pertanian Bungkam Saat Dikonfirmasi.
Proyek Pengadaan Pintu Air Irigasi di Desa Sei Rejo Terlihat Asal Jadi dan Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi.

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 00:24 WIB

Diduga Anggaran Perawatan Dikorupsi, TBM Pohon Sawit di Afdeling VII Kebun Tanjung Garbus Terlihat Memprihatinkan.

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:15 WIB

ANAK 12 TAHUN MENINGGAL DUNIA DIDUGA AKIBAT KEKERASAN IBU TIRI, PUBLIK DESAK PENEGAKAN HUKUM TEGAS

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:57 WIB

Layani Truk Tangki CPO Isi Solar Subsidi, SPBU 14.205.1111 Pagar Jati Abaikan Larangan dan Peraturan Pertamina.

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:57 WIB

Masyarakat Desa Liberia Kecewa Dengan Tidak Dipublikasikannya Hasil Lab, Tuntut Segera Dipublikasikan Demi Kepastian Hukum.

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:06 WIB

Tidak Dipublikasikannya Hasil Lab yang Telah Keluar, Integritas DLH Sergai dan Polres Sergai Dipertaruhkan.

Berita Terbaru