MITRA MABES.COM//MUSI BANYUASIN – Praktik pencurian minyak mentah atau illegal tapping kembali digagalkan aparat gabungan di wilayah Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Aksi yang merugikan negara miliaran rupiah itu dibongkar dalam operasi senyap yang digelar pada Jumat malam (20/02/2026) di area operasional Pertamina Hulu Energy Jambi Merang tepatnya di jalur pipa KP 15 SKN–NGF.
Operasi ini menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam menjaga stabilitas dan keamanan energi nasional dari praktik mafia minyak yang kian nekat.
Penyergapan Tengah Malam, Pelaku Tertangkap Tangan
Tim gabungan terdiri dari Personel Satgas Penguatan Binter Serda Kadek (Babinsa Koramil 401-04/BYL Kodim 0401/Muba), tim BKO Mabes TNI yang dipimpin Kapten Sapto, Satgas Penguatan Binter SKK Migas Pos Kampung Sawa Praka Ardi, Pam Obvit Polda Bripka Alponaris, serta unsur keamanan perusahaan.

Berbekal informasi adanya aktivitas mencurigakan di jalur pipa, tim langsung bergerak cepat. Saat penyergapan dilakukan, enam pelaku tertangkap tangan tengah melakukan loading minyak hasil sadapan ilegal ke dalam dua bak penampungan berkapasitas 1.000 liter yang sudah terpasang di atas kendaraan pick up Grand Max.
Aksi mereka berlangsung terorganisir dan diduga telah direncanakan matang. Mesin alkon meraung pelan di tengah gelap malam, menyedot minyak dari pipa aktif perusahaan—sebuah tindakan berisiko tinggi yang bukan hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran dan ledakan.
Sempat Kabur, Ditangkap Warga
Dalam proses penindakan, satu pelaku sempat melarikan diri ke arah Kampung Sawa. Namun pelariannya tak@ berlangsung lama. Berkat respons cepat warga setempat yang@ membantu pengejaran, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan diserahkan kepada@ aparat.

Keenam pelaku kini@ telah digelandang ke Polsek Bayung Lencir untuk menjalani pemeriksaan intensif.@ Aparat mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik aksi pencurian tersebut.
Barang Bukti Lengkap, Aksi Terbongkar
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:
Dua unit mobil pick up@ Grand Max
Dua bak penampungan kapasitas 1.000 liter
Satu unit mobil Avanza
Mesin alkon
Selang dan peralatan penyedot minyak
Temuan ini menguatkan dugaan bahwa praktik illegal tapping tersebut bukan aksi coba-coba, melainkan bagian dari skema yang sudah dipersiapkan dengan sistematis.
Ancaman Serius bagi Energi dan Lingkungan
Illegal tapping bukan sekadar tindak kriminal biasa. Praktik ini mengancam keamanan infrastruktur vital negara, merugikan keuangan negara, serta membahayakan keselamatan masyarakat sekitar akibat risiko kebocoran, kebakaran, hingga pencemaran lingkungan.

Wilayah Bayung Lencir sendiri memang dikenal sebagai salah satu jalur strategis infrastruktur migas. Karena itu, pengamanan ekstra terus dilakukan oleh aparat bersama perusahaan dan SKK Migas.
Aparat Tegas: Tak Ada Ruang bagi Mafia Minyak
Aparat gabungan menegaskan bahwa operasi ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberantas praktik illegal tapping di Sumatera Selatan, khususnya di wilayah Musi Banyuasin yang kerap menjadi sasaran sindikat pencurian minyak.
“Ini bentuk komitmen kami menjaga stabilitas dan keamanan energi nasional. Tidak ada ruang bagi pelaku illegal tapping yang merugikan negara dan membahayakan masyarakat,” tegas salah satu petugas di lokasi.
Penindakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan serupa. Negara tidak akan tinggal diam. Sinergi TNI, Polri, SKK Migas, dan unsur pengamanan perusahaan akan terus diperkuat demi memastikan setiap tetes energi bangsa terlindungi.
Masyarakat pun diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pipa migas. Partisipasi publik menjadi kunci dalam memutus mata rantai mafia minyak yang selama ini merongrong aset strategis negara.
Dengan terbongkarnya aksi ini, harapan akan terciptanya situasi yang aman, kondusif, dan bebas dari praktik pencurian energi kembali ditegaskan. Perang melawan illegal tapping belum selesai—namun pesan tegas telah dikirim: aparat hadir dan siap bertindak.
(Reporter Jhony)










