Selayar,Mitramabes.com- Jenazah laki-laki tanpa identitas yang sebelumnya ditemukan di pesisir Pantai Laja’a, Desa Lamantu, Kecamatan Pasimarannu, akhirnya dimakamkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 15.00 Wita di Tempat Pemakaman Umum Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sebelum proses pemakaman, Kapolsek Pasimarannu IPTU Hasan, S.Sos melakukan upaya identifikasi dengan melaksanakan video call bersama dua keluarga nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang. Keluarga pertama adalah La Ode Al Amin (31), warga Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, yang dilaporkan hilang saat memancing di perairan Riung. Namun setelah diperlihatkan kondisi jenazah, pihak keluarga menyatakan ciri-ciri tersebut tidak sesuai.
Video call juga dilakukan dengan keluarga Hery (44), seorang nelayan warga Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Makassar, yang sebelumnya dilaporkan hilang. Berdasarkan keterangan keluarga, yang bersangkutan memiliki ciri badan gemuk, tinggi sekitar 170 cm, serta terdapat benjolan di punggung sebelah kiri. Setelah melihat kondisi jenazah, keluarga juga menyatakan tidak mengenali mayat yang ditemukan di Pantai Laja’a tersebut.
Kapolsek Pasimarannu IPTU Hasan, S.Sos mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memastikan identitas korban.
“Kami telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada dua keluarga yang sebelumnya melaporkan anggota keluarganya hilang. Namun setelah dilakukan video call, keduanya menyatakan jenazah tersebut bukan keluarga mereka,” ujarnya.
Karena hingga batas waktu tidak ada pihak yang dapat memastikan identitas korban, serta memperhatikan kondisi Jenazah, pemerintah Desa Lamantu, Kepolisian, bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat sepakat untuk melaksanakan pemakaman secara Islam di TPU Bonerate. Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke Polsek Pasimarannu atau Polres Kepulauan Selayar guna proses identifikasi lebih lanjut.( Ucok Haidir )









