Aceh Timur – Mbs.com
Komitmen Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mempercepat pemulihan pascabanjir di Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, kini benar-benar terlihat di lapangan. Tak ingin warga terlalu lama bertahan di bawah tenda darurat, BNPB resmi menambah satu mitra baru untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) tipe insitu/single.
Jika sebelumnya pengerjaan hanya ditangani satu perusahaan, kini dua mitra bergerak simultan. Mitra baru yang ditunjuk, PT Karya Usaha Mandiri Utama, langsung tancap gas menyelesaikan 32 unit huntara tersisa di Dusun Alue Buloh.
Tak sekadar janji di atas kertas, perwakilan perusahaan memastikan seluruh material telah tersedia di lokasi dan tim teknis sudah mulai bekerja. Targetnya jelas rampung dalam 10 hari ke depan.
“Material sudah lengkap di lapangan. Kami pastikan 10 hari ke depan unit yang tersisa selesai dan siap ditempati, tegas perwakilan perusahaan dengan optimisme tinggi.
Percepatan ini tak lepas dari perhatian serius jajaran Dewan Pengarah BNPB dan satgas BNPB, Hendri Edward dan Isroil Samihardjo, yang dinilai responsif terhadap aspirasi masyarakat, serta memberikan dukungan penuh agar pembangunan huntara di Alue Ie Mirah menjadi prioritas.
Kehadiran dan perhatian mereka menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap kondisi warga yang masih bertahan di tenda darurat.
Keuchik Gampong Alue Ie Mirah, Anwar, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BNPB. Ia menilai pelibatan pemerintah desa dalam proses pengawasan pembangunan merupakan bentuk transparansi sekaligus jaminan bahwa bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Kami sangat berterima kasih. Aspirasi masyarakat kami didengar. Dengan adanya tambahan mitra, harapan warga untuk segera memiliki tempat tinggal yang layak semakin dekat, ujar Anwar.
Apresiasi juga disampaikan Camat Pante Bidari, Darkasyi, SE. Ia menilai langkah cepat BNPB menambah mitra pelaksana merupakan bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir.
“Kami mengapresiasi sikap responsif BNPB yang langsung mengambil langkah percepatan. Ini menunjukkan komitmen nyata negara hadir di tengah masyarakat. Kami di tingkat kecamatan siap mendukung penuh serta memastikan koordinasi berjalan baik agar target 10 hari benar-benar tercapai, tegas Darkasyi.
BNPB juga menekankan pentingnya akurasi data penerima. Pemerintah desa diminta memastikan bahwa warga dengan kategori rumah rusak berat telah terdata dalam BNBA dan menjadi prioritas utama penerima huntara. Koordinasi yang solid antara BNPB, mitra pelaksana, dan pemerintah desa diyakini menjadi kunci agar proses berjalan cepat tanpa polemik.
Tambahan mitra, dukungan penuh Dewan Pengarah, kesiapan material, serta pengawasan bersama pemerintah desa menjadi kombinasi kuat untuk mempercepat pemulihan.
Bagi puluhan keluarga di Dusun Alue Buloh, target 10 hari ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan harapan untuk segera meninggalkan tenda darurat dan menempati hunian sementara yang lebih aman, layak, dan manusiawi.
Jika percepatan ini terealisasi sesuai target, maka Alue Ie Mirah akan mencatat satu langkah penting menuju pemulihan pascabencana yang lebih cepat, terukur, dan berkeadilan.
(samsul lhoknibong)







