Mitra mabes,com Bengkulu Utara (13/02/26) –Diduga panik, Oknum Dewan makelar AMDAL meminta wartawan yang masih kerabatnya yang bekerja di sebuah media yang bernaung di Jawa Pos Grup untuk mengcounter pemberitaan dengan berita berbayar.
Sumber berita ini mengatakan, “wajar kalau (Si) mengcounter berita kita pak, dia kan masih sanak sama oknum Dewan yang jadi makelar AMDAL tuh, kalau enggak salah, (Si) tuh keponakan (EP).”
“Terus juga yang di beritakan sama (Si) itupun bukan orang yang menjadi sumber berita kita, jadi bisa dikatakan (Si) itu tidak mengungkapkan semua fakta yang dia dapat dari konfirmasi,” ucap sumber.
“Coba dia tampilkan pengakuan semua Kades yang dia konfirmasi, pasti beritanya gak akan seperti itu judulnya,” tegas warga yang bersemangat akan memasukkan pengaduan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Bengkulu Utara pada hari rabu nanti.
(Si) saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi whatsapp membantah kalau dirinya memiliki hubungan dengan Oknum Dewan diduga Makelar AMDAL.
“Waduh jauh nian dak. Aku asli Banyuwangi jawa timur, (EP) orang marga sakti sebelat. Demikian bosku,” singkat (Si)
Ketika ditanyakan apakah (Si) dan (EP) masih ada hubungan sanak, kerabat atau angkanan, (Si) tidak menjawab konfirmasi.
Ketika ditanyakan, apakah berita yang ditulis tersebut merupakan berita advertorial (berbayar), karena tidak ada nama wartawan yang menulis pemberitaan tersebut, (Si) bungkam. (Ruskan Fanani)









