mbstaput.com
Doloknauli- warga desa bersama BPD desa Dolok melakukan orasi di depan Kantor desa Dolok Nauli untuk menyampaikan permintaan tuntutan pemberhentian perangkat desa dari jabatannya.
Namun kekesalan masyarakat menjadi memuncak karena orasi kedua tidak bertemu kepala desa JA . Kepala desa memilih tidak kekantor dan tidak mau menemui masyarakat desa Dolok Nauli. Kami kecewa dari jam 08 pagi sampai tengah hari kepala desa tidak muncul juga kata RP
Masyarakat kesal mencoba menghubungi Camat Adiankoting tetapi bapak RH Tidak memberikan respon, mencoba menghubungi lewat pesan WhatsApp tidak menggubris juga kata salah seorang warga.
Sebelumnya masyarakat sudah memberitahu permasalahan desa ini ke bapak camat adiankoting secara langsung,lewat pesan WhatsApp juga pernah . dia hanya menghindar kata salah seorang warga desa Dolok Nauli.
Warga desa Dolok Nauli mendesak bapak camat adiankoting untuk memberikan rekomendasi pemberhentian Perangkat desa kepada kepala desa Dolok Nauli.
sesuai dengan Landasan Hukum No 03 Tahun 2024 tentang mengatur persyaratan dan prosedur pemberhentian(pasal 53). Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang mengatur teknis pengangkatan dan pemberhentian.
Adapun permasalahan permasalahan perangkat desa sudah tidak bisa di tolelir lagi. Mulai dari domisili diluar desa sehingga jarang berada di kantor.Salah satunya kemarahan warga karena merasa tanda tangannya dipalsukan,saya tidak terima itu kata warga yang merasa dirugikan.
Dugaan pemalsuan tanda tangan pada dokumen hari orang kerja (HOK) SPJ tanggal 29 September 2022,pembagunan tembok penahan tanah dengan gaji Rp.100.000/hari selama 20 hari Sudah termasuk Tindak Pidana Korupsi karena berasal dari dana desa.
Mahalnya kepengurusan KTP dan KK, Merahasiakan penerima manfaat dari Kemensos dan tidak tepat sasaran. Warga mengatakan kami akan berjuang untuk memberhentikan perangkat desa dari jabatannya karena sudah termasuk korupt.
Kami warga desa Dolok Nauli akan menegakkan keadilan di desa kami sampai tuntas,kami akan berorasi didepan kantor desa Dolok Nauli. Apabila kepala desa Dolok Nauli dan camat adiankoting tidak mau membuat surat rekomendasi pemberhentian Maka warga akan melanjutkan orasi ke kantor bupati Tapanuli Utara. Kata warga yang kecewa dengan RH.
(Mbstim)
Penulis : Mr.bean
Editor : Mitramabes
Sumber Berita : Desa Dolok nauli










