Mitramabes.com – NGANJUK – Dugaan dana partisipasi Rp300.000 per siswa per tahun di SMKN 2 Nganjuk menuai sorotan. Hingga kini, Komite Sekolah belum memberikan penjelasan resmi, memicu tanda tanya di kalangan wali murid.
Sekolah negeri diketahui sudah menerima Dana BOS, sehingga partisipasi masyarakat seharusnya disampaikan secara terbuka dan sesuai aturan. Dalam Permendikbud No. 75 Tahun 2016, sumbangan pendidikan bersifat sukarela, tidak memaksa, dan tidak ditentukan nominalnya.
Sejumlah wali murid mempertanyakan dasar penetapan nominal, peruntukan dana, serta laporan penggunaannya. Mereka berharap ada transparansi dan bukti administrasi yang jelas.
Upaya konfirmasi ke Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk juga belum mendapat tanggapan.
Pengamat menilai keterbukaan penting untuk menjaga kepercayaan publik. Media menegaskan pemberitaan ini bertujuan mendorong transparansi dan tetap membuka ruang klarifikasi dari semua pihak.
Mitramabes.com Jomsen Silitonga










