MUARA BUNGO // MBS – Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muara Bungo menggelar Dialog Publik bertema “Peran Pemuda Dalam Ruang Lingkup Sosial” yang berlangsung di Aula IAKSS, Selasa (10/2/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam merespons berbagai isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dialog publik tersebut dihadiri Wakil Bupati Bungo Ustadz Tri Wahyu Hidayat, Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAKSS Dr. Nanang Al Hidayat, S.H., M.H., Kasat Intelkam Polres Bungo AKP Wiji Nur Eko Wahyu, S.H., M.H., musisi Raja Tengah Malam sekaligus aktivis lingkungan Ismet, Ketua BEM IAKSS Muhaiyidin Amin, Ketua Pelaksana Riko Afrido, para dosen, organisasi kepemudaan Kabupaten Bungo, serta peserta dialog publik.
Ketua BEM IAKSS Muhaiyidin Amin dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemuda memahami posisi dan perannya dalam kehidupan sosial. Ia menyampaikan bahwa tema dialog publik ini mengajak pemuda untuk berpikir kritis dan bijak dalam menyikapi berbagai persoalan sosial.
“Melalui dialog ini, kita dilatih berdiskusi secara intelektual, menyikapi isu sosial dengan kepala dingin. Harapannya, lahir pemuda yang lebih kritis, cerdas, dan bijak dalam setiap aktivitas sosial di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LPM IAKSS Dr. Nanang Al Hidayat menyampaikan bahwa dialog publik merupakan sarana pembelajaran bernilai tinggi bagi mahasiswa dan pemuda. Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda, sehingga pemuda harus memiliki kemampuan bernalar dan kepedulian sosial yang kuat.
“Dialog publik ini memberikan pengalaman berharga tentang bagaimana seharusnya peran mahasiswa dan pemuda. Pemuda adalah masa depan bangsa, dan kualitas masa depan itu ditentukan oleh kualitas pemudanya hari ini,” ungkapnya.
Pemberian materi utama disampaikan oleh Kapolres Bungo yang diwakili Kasat Intelkam Polres Bungo AKP Wiji Nur Eko Wahyu, S.H., M.H. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pemuda bukan hanya penerus bangsa, melainkan penggerak utama transformasi sosial menuju masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
AKP Wiji Nur Eko Wahyu juga menyoroti peran historis pemuda Jambi dalam pembentukan Provinsi Jambi melalui gerakan politik dan advokasi sosial. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pemuda saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, khususnya di Kabupaten Bungo.
“Peredaran narkoba, keberadaan hiburan malam, geng motor, degradasi moral akibat pengaruh negatif media sosial, keterbatasan akses pendidikan, apatisme politik dan sosial, serta polarisasi dan hoaks yang memecah belah, menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi pemuda,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa peran pemuda dalam ruang lingkup sosial sangat menentukan arah masyarakat ke depan. “Pemuda bukan hanya harapan bangsa, tetapi penggerak nyata perubahan sosial. Peran pemuda akan menentukan apakah masyarakat menjadi lebih harmonis atau justru terpecah dan stagnan,” tegasnya.
Kegiatan dialog publik ini bertujuan menciptakan interaksi terbuka antara pemuda dan berbagai elemen masyarakat untuk membahas isu-isu sosial secara konstruktif, meningkatkan partisipasi sosial, serta memperkuat peran pemuda dalam pembangunan sosial di Kabupaten Bungo.(Sch).
Editor : Socheh










