Karangan Bunga Jadi Bahasa Kepercayaan, Warga dan Camat Tapung Hulu Apresiasi Gerak Cepat Polri

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPAR,  MBS. Kepercayaan publik tak selalu disampaikan lewat pidato resmi. Di Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, rasa aman dan keadilan justru “berbicara” lewat deretan karangan bunga yang terpajang di depan Mapolres Kampar.

Ucapan terima kasih itu datang dari dua pihak yang mewakili denyut masyarakat: Ninik Mamak dan warga Desa Senama Nenek, serta Camat Tapung Hulu. Pesannya tegas—apresiasi atas gerak cepat Polres Kampar dan Polsek Tapung Hulu dalam memberikan perlindungan hukum dan menjaga harkamtibmas.

Bagi masyarakat adat Senama Nenek, kehadiran negara melalui aparat penegak hukum bukan sekadar formalitas. Ini tentang rasa dilindungi. Tentang konflik dan keresahan yang ditangani tanpa berlarut-larut. Tentang hukum yang tidak membiarkan warga kecil berjalan sendiri.

“Karangan bunga ini adalah simbol kelegaan. Saat hukum hadir tepat waktu, masyarakat merasa tidak ditinggalkan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Nada serupa disampaikan Nuryadi. SE Camat Tapung Hulu. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan bukan hanya urusan polisi, melainkan fondasi utama jalannya pemerintahan dan aktivitas sosial masyarakat.

“Harkamtibmas yang kondusif adalah prasyarat pembangunan. Ketika aparat responsif, pelayanan publik pun bisa berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Namun di balik ucapan terima kasih ini, terselip pesan yang lebih tajam: masyarakat kini semakin sadar dan berani menyuarakan penilaian terhadap kinerja aparat. Apresiasi diberikan saat negara hadir. Sebaliknya, kritik pun akan muncul jika hukum melemah.

Karangan bunga itu bukan sekadar hiasan jalan. Ia adalah penanda kepercayaan publik—sesuatu yang mahal dan hanya bisa diraih lewat kerja nyata, respons cepat, dan keberpihakan pada rasa keadilan masyarakat.

Di Tapung Hulu, hari ini, pesan itu berdiri tegak di pinggir jalan: Ketika hukum bekerja, rakyat tak ragu mengucap terima kasih.

Sumber: Pers Keadilan Tapung Hulu.

Editor: TR Waruwu MBS.

Berita Terkait

Wamentan Panen Raya Padi dan Sekaligus Pelantikan HKTI Provinsi Riau Di Desa Binuang.
Terkendala Lahan Untuk Bangun Sekolah Rakyat, Bupati Bantaeng Minta Dukungan Gubernur Sulsel
Polsek Bangkinang Barat Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini di SDN 016 Salo, Green Policing Jadi Kurikulum!
Wamentan Panen Raya Padi dan Sekaligus Pelantikan HKTI Provinsi Riau Di Desa Binuang
Minimnya Infrastruktur di Sinarjawa, Saat Gotong Royong Warga Sindir Wakil Rakyat Dapil IV
Guna Penyegaran Pemkab Nagan Raya Lakukan Rotasi Pejabat Di 13 Instansi.
Dengan Pendekatan Keadilan Restoratif Di Kejaksaan, Sepasang Kekasih Di Kabupaten Simalungun Kembali Merajut Cinta Yang Penuh Damai
Pangdam XXI/Radin Inten Hadiri Rapim TNI–Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:32 WIB

Wamentan Panen Raya Padi dan Sekaligus Pelantikan HKTI Provinsi Riau Di Desa Binuang.

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:34 WIB

Terkendala Lahan Untuk Bangun Sekolah Rakyat, Bupati Bantaeng Minta Dukungan Gubernur Sulsel

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:44 WIB

Karangan Bunga Jadi Bahasa Kepercayaan, Warga dan Camat Tapung Hulu Apresiasi Gerak Cepat Polri

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:28 WIB

Wamentan Panen Raya Padi dan Sekaligus Pelantikan HKTI Provinsi Riau Di Desa Binuang

Selasa, 10 Februari 2026 - 03:32 WIB

Minimnya Infrastruktur di Sinarjawa, Saat Gotong Royong Warga Sindir Wakil Rakyat Dapil IV

Berita Terbaru