Sergai – MBS – Proyek pengadaan pintu bagi air irigasi di Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) anggaran tahun 2024, yang dikerjakan oleh Rijal, ketua Gapoktan Desa Sei Rejo terlihat asal jadi (tidak maksimal) dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi, Jum’at (06/02/2026).
Hal tersebut terlihat ketika awak Media ketika melintas dan tak sengaja melihat pintu air yang ada di Dusun 2 Desa Sei Rejo terlihat agak janggal, karena tulangan pintu airnya tidak ada dari seperti yang biasanya dibuat di pintu air yang ada di irigasi. Kemudian awak Media telusuri semua pintu air yang baru dibuat setelah mencari informasi dari masyarakat, dan ternyata hampir semua pintu air nya emang tidak punya tulangan dan hanya satu yang ada tulangan nya, yakni di simpang tiga arah kuburan Di Dusun 2.
Namun tidak itu saja yang awak Media temukan, plat pintu air nya banyak yang tidak di cat, (padahal itu wajib di cat guna mencegah cepatnya terjadi korosi) sehingga terlihat sudah berkarat dan ada juga yang mau jebol, karena sudah ada ditemukan retak – retak semennya tempat pintu air itu dipasang ditambah lagi tanpa adanya tulangan.
Mendapati hal tersebut awak Media konfirmasi langsung ke Rijal selaku yang mengerjakan proyek tersebut di rumahnya pada hari Kamis 29 Januari, berapa anggaran dananya dalam pembuatan pintu air itu bang, tanya awak Media, sekitar Rp 180 an juta bang, jawab Rijal, berapa titik pintu airnya yang dibuat, tanya awak Media, ada sekitar 14 titik bang, jawabnya, kok banyak yang tidak dicat plat pintu airnya dan juga tidak ada tulangan nya di pintu airnya bang, tanya awak Media lagi, sudah dicat bang mungkin sudah hilang bang, dan tidak adanya tulangan pada pintu airnya emang iya bang, tapi itu ada besi pengikatan didalam bang, jawab Rijal.
Kemudian awak Media sembari menerangkan, bahwasanya pintu airnya itu banyak yang bermasalah dan asal jadi, karena tidak di cat, tidak ada tulangannya karena itu akan mudah jebol, dan itupun udah ada yang retak – retak pondasi pintu airnya sehingga mau jebol.
Sementara Rijal bilang ada 14 titik, kalau lah diperkirakan anggarannya satu pintunya sekitar Rp 6 juta itu sudah termasuk biaya pekerjaannya berarti hanya mengeluarkan anggaran sekitar Rp 84 juta, dan hasilnya pintu airnya pun asal jadi, berarti di duga ini sudah dikorupsi anggarannya.
Rijal hanya menjawab, udahlah bang kan nggak mungkin aku bongkar lagi untuk memperbaikinya, kan butuh biaya yang besar lagi bang, ” Ucap Rijal.”
Dari hasil investigasi di lapangan dan keterangan dari Rijal, proyek pengadaan pintu air irigasi di Desa Sei Rejo, sudah dipastikan bermasalah dan asal jadi, sehingga dugaan korupsi terasa sekali, sementara pekerjaan tersebut sudah diserah terimakan dengan pihak Dinas Pertanian, maka patut diduga kalau pihak Dinas Pertanian terlibat dalam permasalahan proyek tersebut, karena sudah menerima pekerjaan proyek tersebut yang jelas secara kasat mata itu bermasalah.
Diharapkan dengan adanya berita ini, agar pihak Kejaksaan dan pihak Kepolisian segera menyelidiki proyek pengadaan pintu air irigasi di Desa Sei Rejo yang diduga sangat merugikan keuangan negara karena terindikasi dikorupsi dan tidak sesuai prosedur. (Syahrial).











