MITRA MABES.COM//Palembang-Isu pergantian Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menghangat. Di tengah perbincangan itu, tokoh maritim Ponco Darmono ikut angkat bicara. Dengan nada tegas namun penuh keyakinan, ia menyatakan dukungan kuat terhadap sosok yang dinilainya paling layak memimpin sektor kelautan Indonesia ke depan: Laksamana TNI (Purn) Sumardjono,Rabu(4/2/2026).
Menurut Ponco, Indonesia bukan sekadar negara biasa — Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut yang jauh lebih luas daripada daratan. Karena itu, kursi Menteri KKP tidak bisa diisi oleh figur yang sekadar paham administrasi. “Kita butuh pemimpin yang benar-benar mengerti maritim teritorial, paham laut bukan dari peta, tapi dari pengalaman nyata menjaga kedaulatan perairan,” tegasnya.
Prajurit Sejati, Pemimpin yang Teruji
Ponco menilai rekam jejak Sumardjono tak perlu diragukan. Sebagai Mantan KASAL ke-20, ia pernah memimpin puluhan ribu prajurit TNI Angkatan Laut. Bagi Ponco, pengalaman itu bukan hanya soal militer, tapi bukti bahwa Sumardjono adalah prajurit sejati yang memahami arti menjaga laut sebagai urat nadi bangsa.
Namun pengabdiannya tak berhenti setelah pensiun. Sumardjono justru turun langsung ke tengah masyarakat pesisir. Ia kini memimpin Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), organisasi nelayan terbesar dan tertua di Tanah Air. Di sanalah ia bersentuhan langsung dengan realitas kehidupan jutaan nelayan.
“Beliau bukan hanya bicara soal laut dari ruang rapat, tapi dari pelabuhan ke pelabuhan, dari dermaga ke dermaga. Itu yang membuat beliau paham denyut nadi nelayan Indonesia,” ujar Ponco.
Kedekatan Historis dengan Presiden
Faktor lain yang dinilai penting adalah hubungan emosional dan historis antara Sumardjono dan Presiden Prabowo. Sumardjono pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1995. Di masa itu, interaksi dengan keluarga Presiden, termasuk Prabowo yang kala itu menantu Soeharto, bukan hal yang asing.
Ponco melihat kedekatan historis itu sebagai modal komunikasi dan kepercayaan. “Dalam pemerintahan, chemistry itu penting. Apalagi untuk sektor strategis seperti kelautan dan perikanan,” katanya.
Suara Nelayan Harus Didengar
Yang paling utama, menurut Ponco, adalah aspirasi masyarakat nelayan sendiri. Ia menyebut banyak nelayan menginginkan sosok menteri yang benar-benar merepresentasikan mereka, bukan sekadar pejabat yang datang saat seremoni.
Sebagai Ketua Umum DPP HNSI, Sumardjono disebut telah membuktikan diri mampu memimpin dan mengayomi jutaan nelayan di seluruh Indonesia. “Beliau sudah lama jadi rumah bagi nelayan. Jadi kalau sekarang dipercaya mengurus KKP, itu bukan hal baru, tapi kelanjutan pengabdian,” ujar Ponco.
“Ini Momentum yang Tepat”
Menutup pernyataannya, Ponco Darmono menegaskan bahwa momentum pergantian Menteri KKP harus dimanfaatkan untuk menghadirkan figur yang kuat secara maritim, matang secara kepemimpinan, dan dekat dengan nelayan.
“Indonesia ini negara laut. Sudah saatnya laut dipimpin oleh orang yang lahir dari semangat menjaga laut. Saya sangat setuju jika Laksamana (Purn) Sumardjono diberi amanah itu,” pungkasnya.(Jhony)









