
Banyuasin — Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) menerima laporan masyarakat terkait dugaan ketidaktransparanan penggunaan Dana Desa serta tidak ditemukannya bangunan fisik sebagaimana mestinya di salah satu desa di Kabupaten Banyuasin,Sumatera -selatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Investigasi BPAN LAI segera turun ke lapangan didampingi media Mitramabes guna memastikan keakuratan data serta menghindari kesalahan dalam penyusunan laporan.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa jalan poros desa masih berupa tanah, sehingga tidak dapat dilalui saat hujan. Bahkan, ketika hujan turun dalam waktu lama, jalan tersebut berubah menjadi kubangan seperti kolam pemandian. Padahal, jalan poros desa ini merupakan akses vital bagi aktivitas dan perekonomian masyarakat setempat.
“Jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Tapi mengapa sampai sekarang tidak ada pembangunan, bahkan satu meter pun?” ungkap warga dengan nada kecewa. Selasa (27/1/2026)

Upaya dialog antara masyarakat dengan Pemerintah Desa akhirnya terlaksana pada Jumat, 23 Januari 2026. Forum dialog tersebut turut dihadiri aparat kepolisian dan Babinsa sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam forum itu, masyarakat secara tegas meminta kejelasan penggunaan Dana Desa selama ini. Mereka mempertanyakan mengapa masyarakat sulit mendapatkan informasi, bahkan menilai pemerintah desa terkesan tertutup.
“Pemerintah seharusnya siap menerima kritik dan saran, bukan justru menutup diri. Kami ini bukan tidak sopan, tapi ingin kejelasan,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Desa menyampaikan bahwa seluruh anggaran Dana Desa telah digunakan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, pernyataan tersebut dinilai masyarakat tidak cukup meyakinkan.
“Ucapan memang terdengar sejuk dan enak didengar, tapi kami butuh bukti, bukan cerita. Pemerintah desa tidak menunjukkan dokumentasi pembangunan, papan informasi RAB, ataupun bukti fisik sebagaimana yang disampaikan,” tegas warga.
Masyarakat berharap aparat pengawas dan instansi terkait segera melakukan audit menyeluruh agar penggunaan Dana Desa benar-benar transparan dan dapat dipertanggungjawabkan
Tim Lai –
. (Elvis)










