Keselamatan adalah tanggung jawab bersama Pada zaman globalisasi kendaraan yang makin padat, keselamatan berlalu lintas sering kali dianggap sederhana dan sekadar urusan aparat. tidak sesederhana yang kita pikirkan jalan raya adalah ruang publik yang mempertemukan kepentingan banyak orang, dengan satu tujuan dan alasan yang sama yaitu, selamat diperjalanan hingga sampai ditujuan. pesan itulah yang utama ingin ditegaskan melalui Operasi Keselamatan Toba 2026 yang digelar jajaran Polda Sumatera Utara, juga Polres Humbang Hasundutan.
Melalui Apel Gelar Pasukan di Mapolres Humbahas, Senin (2/2/2026), Polri bersama TNI dan Pemerintah daerah, juga berbagai pemangku kepentingan menyatakan kesiapan untuk mengawal keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan itu bukan sekadar operasi kepolisian, Operasi Keselamatan Toba 2026 membawa misi edukatif: membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.
Amanat Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan F., yang dibacakan Wakapolres Humbahas Kompol Manson Nainggolan, ditegaskan bahwa keselamatan lalu lintas merupakan tugas mendasar lalin yaitu mengutamakan keselamatan warga pengguna jalan .
Tujuan Utama Keselamatan Toba 2026 untuk menurunkan angka fatalitas kecelakaan hingga 50% Indonesia, termasuk Sumatera Utara, menjadi bagian dari komitmen tersebut melalui implementasi Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) yang bertumpu pada lima pilar utama-
( 1)manajemen keselamatan jalan,
(2) Infrastruktur jalan yang berkeselamatan,
(3) kendaraan yang layak dan aman,
(4) Perilaku pengguna jalan yang tertib,
(5) Penanganan korban pasca kecelakaan.di tingkat daerah seperti Kabupaten Humbang Hasundutan,
Tantangannya menjadi lebih spesifik. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan, tikungan tajam, serta perubahan cuaca yang cepat menuntut tingkat kewaspadaan dari setiap pengguna jalan.
Penindakan ke Edukasi
Operasi Keselamatan Toba 2026 tidak sesederhana berorientasi pada penindakan pelanggaran. Justru, pendekatan preemtif dan preventif menjadi prioritas. Personel di lapangan diarahkan untuk aktif melakukan pembinaan dan penyuluhan, baik melalui edukasi langsung kepada masyarakat maupun lewat media komunikasi seperti spanduk, stiker, hingga media sosial.
Pendekatan ini menegaskan bahwa penegakan hukum lalu lintas tidak identik dengan hukuman, melainkan bagian dari upaya melindungi nyawa manusia. harus berpedoman pada Prinsip 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) yang ditekankan Kapolda Sumut menjadi simbol transformasi pelayanan Polri: tegas dalam aturan, namun humanis dalam pelaksanaan.
Kesalahan Kecil, Risiko Besar
Data-data kecelakaan lalu lintas menunjukkan bahwa sebagian besar insiden bermula dari pelanggaran yang kerap dianggap sepele. Tidak menggunakan helm, melawan arus, melanggar batas kecepatan, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga kendaraan yang tidak laik jalan, semuanya berkontribusi pada tingginya risiko kecelakaan.
Di daerah, persoalan kelebihan muatan, pengabaian rambu- rambu , dan rendahnya disiplin di jalan lokal masih menjadi tantangan serius.
Tujuan Operasi Keselamatan Toba 2026 juga menekankan pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan, agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal dan tepat sasaran.
Keberhasilan operasi ini tidak ditentukan semata oleh jumlah personel atau lamanya pelaksanaan. harus dilakukan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu. Kesadaran untuk mematuhi aturan, menghormati pengguna jalan lain, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan termasuk bentuk kontribusi yang nyata ,
Keselamatan lalu lintas bukan hanya tentang menghindari tilang, tetapi tentang menjaga hidup ,baik diri sendiri, keluarga, maupun sesama pengguna jalan. konsekuensi di balik kemudi dapat mengancam jiwa hingga korban .
Dengan berlangsung Operasi keselamatan Toba , selama 14 hari, dari tgl ,2 hingga 15 Februari 2026, diharapkan menjadi fondasi kuat menuju pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026. Tujuannya jelas: menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib sebelum arus mudik Idul Fitri dimulai. Operasi ini digelar mengingatkan, jalan raya adalah ruang atau jalan bersama menuntut tanggung jawab bersama .
[ Editor- Smarth ]











