KAMPAR, RIAU, MBS. Di tengah krisis kepedulian sosial, sebuah kolaborasi fenomenal berhasil memecah kebuntuan antara dunia pers dan korporasi negara. Pers Keadilan Tapung Hulu secara resmi memberikan apresiasi tertinggi kepada PTPN IV Regional III Perkebunan Sei Kencana atas komitmen nyata mereka dalam mengintervensi kemiskinan di wilayah Tapung Hulu, Rabu (28/01/2026).
Ketua Pers Keadilan Tapung Hulu, Pajar Saragih, yang didampingi Sekjen Irwansyah Panjaitan dan Koordinator Jalontarni Sihotang, menyambangi ruang kerja Asisten Umum (Asum) PTPN IV Sei Kencana, Jali Supriyanto, untuk menyerahkan Sertifikat Piagam Penghargaan sebagai simbol kemenangan bagi rakyat kecil.
Penghargaan ini bukan tanpa alasan. Pers Keadilan menilai PTPN IV Sei Kencana telah berani mengambil langkah berani melalui bantuan sosial di Desa Sumber Sari yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
“Kehadiran PTPN IV dalam memberikan Bansos melalui Pers Keadilan adalah kolaborasi yang luar biasa dan jarang terjadi. Ini adalah sejarah. Namun ingat, ini bukan akhir! Kami menuntut kegiatan ini terus berjalan tiap tahun agar rakyat benar-benar merasakan nikmatnya keberadaan perusahaan di tanah mereka sendiri,” tegas Pajar Saragih dengan nada tajam.
Pajar juga mengingatkan semua pihak untuk mendukung gerakan ini. Menurutnya, di tengah ekonomi yang mencekik, perusahaan yang menutup mata terhadap lingkungan sekitar adalah bentuk kegagalan moral yang nyata.
Menanggapi apresiasi tersebut, Jali Supriyanto selaku Asum PTPN IV Sei Kencana memberikan pengakuan terbuka atas inisiasi Pers Keadilan yang dinilainya sangat progresif.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semoga ini menjadi amal jariah. Kami mengapresiasi Pers Keadilan yang mampu menginisiasi gerakan ini sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan penerima,” ujar Jali.
Menutup pertemuan penuh tensi tersebut, Sekretaris Jenderal Irwansyah Panjaitan memberikan pernyataan “pedas” sebagai penutup.
“Pers Keadilan tidak hanya sekadar menulis berita, kami bergerak melakukan perubahan. Kerjasama ini adalah standar baru bagi perusahaan lain. Jika ada yang merasa terganggu dengan sinergi ini, berarti mereka tidak peduli pada rakyat!” tegas Irwansyah.
Senada dengan itu, Jalontarni Sihotang selaku Ketua Koordinator menutup dengan peringatan agar perusahaan tetap konsisten.
“Kami di sini untuk memastikan bantuan sampai ke mulut rakyat, bukan tersangkut di kantong birokrasi. Kolaborasi ini harus menjadi tradisi, bukan sekadar gaya-gayaan sekali pakai,” tutupnya.
Sumber : Pers Keadilan Tapung Hulu.
Editor: TR Waruwu MBS.








