MITRA MABES.COM//Palembang – Ada yang berbeda di Aula Kantor Camat Kemuning, Selasa (27/01/2026). Bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi sebuah gerakan kecil yang membawa dua pesan besar sekaligus: cerdas mengelola keuangan dan peduli terhadap lingkungan.
PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK Ventura) Region 19 Sumatera Selatan Wilayah Banyuasin, Cabang Kemuning Palembang, menggelar kegiatan Literasi Keuangan dan Sosialisasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) bertema “MBK Ventura Peduli Bumi, Peduli Kita.”
Menariknya, ini merupakan kegiatan literasi keuangan perdana MBK Ventura di wilayah Banyuasin yang digelar di Kecamatan Kemuning. Tak hanya berbicara soal uang, kegiatan ini juga dibarengi aksi nyata peduli lingkungan.

Acara dihadiri jajaran manajemen MBK Ventura, mulai dari Asisten Regional Manager Sri Widaningsih, Supervisor Annisa Hussaini, hingga Kepala Cabang Kemuning Diana Sumyati. Turut hadir Camat Kemuning Dr. Amiruddin Sandy, Sekcam Supriadi, Kapospol Kemuning, para lurah, unsur Muspika, tenaga kesehatan, perwakilan sekolah, serta 50 nasabah MBK Ventura.
Dalam sambutannya, Camat Kemuning Dr. Amiruddin Sandy menyampaikan apresiasi atas kepedulian MBK Ventura yang tak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga lingkungan.
“Terima kasih kepada PT MBK Ventura atas bantuan CSR berupa tong sampah pilah. Apalagi saat ini curah hujan cukup tinggi. Kesadaran membuang sampah dengan benar sangat penting agar lingkungan bersih dan terhindar dari banjir,” ujarnya.

Sebelum materi dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal soal pengelolaan keuangan. Suasana pun berubah menjadi lebih interaktif ketika sesi edukasi dimulai.
Sri Widaningsih menjelaskan, MBK Ventura adalah lembaga keuangan mikro pemberdayaan perempuan yang terdaftar dan diawasi OJK. Dengan metode Grameen Bank, MBK memberikan akses modal kerja bagi perempuan berpenghasilan rendah agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Tujuan kami bukan sekadar pembiayaan, tapi meningkatkan kualitas hidup keluarga. Ini juga bagian dari kontribusi kami terhadap SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan perempuan,” jelas Sri.

MBK Ventura memiliki empat produk pembiayaan, mulai dari modal kerja, air dan sanitasi, perbaikan tempat usaha, hingga modal kerja individu. Bahkan tersedia program reschedule dan moratorium bagi nasabah yang mengalami kesulitan ekonomi atau sakit parah.
Sri juga menegaskan, MBK Ventura berbasis syariah dan menjunjung etika dalam penagihan.
“Petugas selalu menggunakan identitas resmi dan menagih sesuai jam kerja. Tidak ada pemaksaan,” tegasnya.
Yang membuat suasana semakin menyentuh adalah sesi berbagi pengalaman nasabah. Sukarni, salah satu peserta, mengaku pernah menjadi “joki pinjaman” demi membantu orang lain, namun justru berakhir menanggung cicilan sendiri.
“Niatnya mau nolong, tapi akhirnya saya yang terbebani. Dari situ saya belajar, urusan keuangan harus tanggung jawab pribadi,” tuturnya lirih.
Cerita serupa disampaikan Rohima (Septi) yang kini lebih tegas menolak jika diminta menjadi joki. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa literasi keuangan bukan hanya soal angka, tapi juga keberanian menjaga batas demi masa depan yang lebih aman.
Setelah sesi materi, peserta kembali mengikuti post-test untuk melihat peningkatan pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan antusiasme dan pemahaman peserta meningkat.
Sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan, MBK Ventura menyerahkan 45 unit tong sampah pilah yang akan disalurkan ke kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, dan area publik. Selain itu, puluhan nasabah juga menerima bingkisan sembako.
Lurah Pipa Reja, Subhan Pardi, menyebut bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Para nasabah pun mengaku mendapatkan banyak ilmu baru.
“Sekarang kami lebih paham cara mengelola keuangan dengan baik dan bijak,” ujar salah satu nasabah.
Melalui kegiatan ini, MBK Ventura menegaskan bahwa membangun masyarakat sejahtera tidak cukup hanya dengan akses modal, tetapi juga edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena dari pengelolaan uang yang baik dan lingkungan yang bersih, masa depan keluarga bisa tumbuh lebih kuat.
(Jhony)








