Suka Makmue-Mitra mabes.com” Seorang warga Desa Krueng Seumayam dilaporkan meninggal dunia secara tragis setelah diduga diterkam seekor harimau di kawasan hutan sekitar desa tersebut. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menggegerkan masyarakat setempat,kejadian pada 12 /01/2026 yang lalu ” Jum’at 23 Januari 2026
Berdasarkan keterangan warga, kejadian bermula saat korban pergi ke hutan untuk memasang jaring. Dalam aktivitas tersebut, seekor anak harimau dilaporkan terperangkap. Saat itu, salah seorang rekan korban sempat mengingatkan dan mempertanyakan kemungkinan kemunculan induk harimau. Namun korban menjawab dengan nada menantang bahwa meskipun induknya datang, ia tetap akan menyerang.
Diduga setelah kejadian tersebut, induk harimau muncul dan melakukan serangan terhadap korban. Beberapa hari kemudian, warga bersama aparat dan pawang melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, dengan hanya tersisa tulang belulang, yang saat ditemukan masih dijaga oleh seekor harimau di sekitar lokasi.
Pawang yang terlibat dalam proses evakuasi kemudian menyampaikan imbauan agar warga tidak mengganggu. Ia menyampaikan bahwa korban telah menjadi bagian dari kejadian alam tersebut dan meminta izin untuk membawa pulang sisa tulang belulang korban. Setelah pernyataan tersebut disampaikan, harimau dilaporkan menjauh dari lokasi.
Namun saat tulang belulang korban dibawa menuju pemukiman, harimau kembali terlihat mengikuti dari kejauhan. Pawang kembali mengucapkan kalimat serupa, meminta agar proses evakuasi dilanjutkan tanpa gangguan.
Setelah itu, harimau dilaporkan benar-benar meninggalkan lokasi.
Menurut penuturan pawang dan kepercayaan warga setempat, peristiwa ini diyakini terjadi akibat sikap takabur atau ucapan menantang yang disampaikan korban sebelumnya, sehingga memicu kemarahan satwa liar tersebut.
Pihak terkait mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan, tidak bertindak agresif terhadap satwa liar, serta selalu mengedepankan keselamatan dan kearifan lokal guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.
Editor : Ainon










