MITRA MABES.COM//Palembang-Pengunjung yang melintas di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat pagi (23/01/2026), dibuat bertanya-tanya. Suasana yang biasanya santai mendadak berubah ramai. Derap langkah prajurit, alat kebersihan, hingga barisan apel terlihat memenuhi kawasan ikon kota tersebut.
Ada apa?
Ternyata, Komandan Kodim 0418/Palembang, Letkol Arh Erik Novianto, S.Sos, turun langsung memimpin Karya Bakti (Karbak) besar-besaran bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Aksi gotong royong ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pelestarian situs sejarah kebanggaan Kota Palembang.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Lapangan Apel Makodam II/Sriwijaya. Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa Benteng Kuto Besak bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol sejarah, pertahanan, dan jati diri masyarakat Sumatera Selatan.

“Benteng Kuto Besak adalah simbol sejarah dan pertahanan masa lalu. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” tegas Letkol Arh Erik Novianto di hadapan peserta apel.
Fokus Karbak kali ini menyasar area vital, mulai dari Bastion 1 dan Bastion 2, hingga Pintu Lawang Borotan. Personel Kodim 0418/Palembang, jajaran Kodam II/Sriwijaya, unsur Pemerintah Kota Palembang, dan warga tampak bahu-membahu membersihkan, merawat, dan memperindah kawasan cagar budaya tersebut.
Tak hanya soal kebersihan, kegiatan ini juga memperlihatkan kuatnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan sejarah agar tetap lestari dan bernilai bagi generasi mendatang.

Aksi pagi itu menjadi pesan tegas: menjaga sejarah bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Benteng Kuto Besak bukan hanya untuk dikenang, tetapi dirawat dan dijaga—mulai dari hari ini.
(Jhony)










