Indramayu, Mitramabes.com – Cuaca ekstrem darii bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 masih menghantui keamanan dan keselamatan warga masyarakat sekitar Wilayah Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, lantaran sepanjang sempadan jalan pohon-pohon rimbun yang sudah tinggi menjulang, tidak terurus pihak Dinas terkait, tentu saja sewaktu-waktu bisa membahayakan nyawa.
Seperti yang dikeluhkan AW, salah satu pedagang pasar sabtuan, dan sekitar warga blok karangbaru, Desa Sindang, pada 09/01/2026 kemarin. Kepada awak media
” Jika cuaca sudah begini saya sering kali merasa was-was saat berjualan, soalnya hujan yang disertai angin kenceng, takut kalau pohon ini roboh dan menimpa kami , apa lagi di sini banyak rumah penduduk, bahaya sewaktu-waktu bisa saja terjadi, dan saya harap pemerintah bisa menyikapinya , antisipasi sebelum terjadi kan lebih baik Mas, demi keselamatan rakyatnya.” Ungkapnya.
Sementara itu pihak Dinas DPKP2 melalui Muhatim dan Tarmudi selaku PPTK saat dikonfirmasi via pesan selular terkait anggaran pemeliharaan pohon peneduh sempadan jalan, pihaknya menyampaikan bahwa tidak ada anggaran mengenai hal tersebut sejak tahun 2025 hingga tahun 2026.
“Punten mas saya jawab sesuai data, Tahun 2024 ada anggaran pemeliharaan pohon peneduh di sempadan jalan sebesar 100 juta, PPTK pak Nurana dikerjakan oleh pihak ketiga
Tahun 2025 ada anggaran pemeliharaan taman -taman 150 juta PPTK pak Tarnudi dikerjakan oleh pihak ketiga.
Tahun 2026 tidak ada anggaran pemeliharaan taman dan pemeliharaan pohon peneduh di sempadan jalan karena efesiensi anggaran. Pohon yang ditebang batang dan daun pohon dibuang ke TPA. Saya di bidang Perkim pegang kegiatan Rehabilitasi rumah kena bencana alam.” Terang Muhatim.
” Tahun 2025 tidak ada anggaran yang spesifik pemeliharaan pohon peneduh di sempadan jalan, seperti yang tadi saya jelaskan judul kegiatannya pemeliharaan tanaman taman, mangga konfirmasi dengan PPTK biar lebih jelas mas.” Tutupnya
Hal yang serupa di sampaikan Tarmudi.
” Untuk tahun 2025 tidak ada anggaran,” jelasnya.
Di lain tempat Kepala Desa Sindang, Ncang Carnita pria yang akrab diipanggil Kuwu Ncang, demi menindak lanjuti keluhan warganya, pihak Desa sudah bersurat ke Dinas DPKP2 untuk permohonan pemangkasan pohon tersebut.
“Sebelumnya kami pihak pemerintah desa juga sudah menyampaikan surat permohonan ke Dinas untuk pemangkasan pohon di area tersebut namun hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya.” Tutur Ncang
Kendati demikian sungguh miris bagi keselamatan, kenyamanan dan keamanan masyarakat sekitar, kepedulian sebagai pemerintah daerah untuk rakyatnya pun terkesan diabaikan dengan dalih nihilnya anggaran.
(Abid/Tim)











