MITRA MABES.COM // LAHAT — Ada pesan serius di balik inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Danrindam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Lalu Habibburrahim W, S.I.P., M.Si., M.Han., ke Fasilitas Pendidikan (Fasdik) dan Pangkalan Dodik Lahat, Jumat (16/01/2026). Sidak ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bentuk kontrol langsung untuk memastikan kesiapan lembaga pendidikan TNI AD benar-benar optimal,Senin(19/1/2026).
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, orang nomor satu di Rindam II/Sriwijaya itu menyisir satu per satu fasilitas vital. Mulai dari ruang belajar, barak siswa, dapur, gudang perlengkapan hingga area latihan tak luput dari pengawasan ketat. Kondisi sarana dan prasarana menjadi perhatian utama, karena menurut Danrindam, kualitas prajurit masa depan sangat ditentukan dari lingkungan pendidikan yang disiplin dan terawat.
“Fasilitas yang bersih, rapi, dan terpelihara bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi cerminan kesiapan satuan dalam mencetak prajurit profesional,” tegas Brigjen TNI Lalu Habibburrahim di sela-sela peninjauan.
Tak hanya melihat fisik bangunan, Danrindam juga berdialog langsung dengan para pengasuh dan tenaga pendidik. Berbagai kendala di lapangan diserap secara terbuka, sekaligus diberikan arahan tegas agar kualitas pembinaan siswa terus ditingkatkan sesuai tuntutan tugas TNI AD yang semakin kompleks.
Dalam arahannya, Danrindam II/Sriwijaya kembali mengingatkan seluruh personel tentang nilai fundamental yang tidak boleh ditawar: disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab. Ia menegaskan, Dodik bukan sekadar tempat pendidikan, tetapi dapur pembentukan prajurit yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan nyata di medan tugas.
“Dodik memegang peran strategis. Dari sinilah lahir prajurit-prajurit TNI AD yang akan membawa nama satuan dan negara,” ujarnya dengan nada tegas.
Sidak mendadak ini diharapkan menjadi alarm sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Dodik Lahat untuk terus berbenah. Dengan fasilitas yang terjaga dan personel yang siap, proses pendidikan dan latihan diyakini akan berjalan lebih efektif dan berdampak langsung pada kesiapan operasional Kodam II/Sriwijaya.
Langkah tegas Danrindam II/Sriwijaya ini pun menjadi sinyal kuat: kualitas pendidikan prajurit tidak boleh setengah-setengah. Sebab, dari Dodik yang siap, lahir kekuatan pertahanan negara yang tangguh.
(Jhony)











