MITRA MABES.COM//PALEMBANG – Di tengah gencarnya pembangunan kota Palembang, masih ada potret pilu yang luput dari perhatian pemerintah. Sebuah jerambah atau jalan kayu sepanjang kurang lebih 300 meter di Lorong Kenari dan Lorong Melati, RT 31 RW 06, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, kondisinya kian memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga,Jum’at(16/1/2026).
Jalan kayu yang menjadi satu-satunya akses utama masyarakat itu kini tampak lapuk, berlubang, licin, dan rawan ambruk. Ironisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun, seolah tak pernah tersentuh pembangunan.
“Sudah lama sekali, Pak. Kami seperti belum merdeka,” ungkap seorang warga berinisial P, dengan nada kecewa.

Menurutnya, warga kerap melakukan swadaya untuk memperbaiki jerambah kayu tersebut. Namun upaya itu hanya bersifat sementara, karena keterbatasan dana dan material. Setiap musim hujan, kondisi jalan kembali rusak dan semakin membahayakan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu-ibu.
“Kalau malam hari atau hujan, sangat berisiko. Salah pijak sedikit bisa jatuh ke bawah,” tambahnya.
Tak hanya soal kenyamanan, jalan kayu tersebut juga menyangkut keselamatan dan martabat warga kota. Di saat wilayah lain menikmati jalan beton dan aspal mulus, warga di kawasan ini justru masih berjibaku dengan papan kayu tua yang bisa patah kapan saja.
Warga berharap Pemerintah Kota Palembang tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi nyata yang dialami masyarakat. Mereka menilai pembangunan yang adil harus menyentuh hingga lorong-lorong kecil, bukan hanya jalan protokol.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” tegas warga.
Kini, jerambah kayu di Lorong Kenari dan Lorong Melati menjadi simbol ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan sebagian warga Palembang. Harapan pun menggantung, menunggu kepedulian nyata dari pemerintah agar jalan kayu itu berganti menjadi jalan yang layak, aman, dan manusiawi.
(Jhony)











