MITRA MABES.COM//PALEMBANG – Proses seleksi Calon Prajurit TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai. Namun ada yang berbeda kali ini. Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., turun langsung memimpin rapat kesiapan seleksi, menegaskan satu pesan keras: seleksi harus bersih, profesional, dan transparan tanpa kompromi.
Rapat krusial tersebut digelar di Gedung Puskodalopsdam II/Sriwijaya, Kamis (15/1/2026), membahas kesiapan pemeriksaan dan pengujian Calon Bintara (Caba) PK Gelombang I serta Calon Tamtama (Cata) PK TNI AD Gelombang I tingkat Panda Kodam II/Sriwijaya. Seluruh tahapan seleksi dipastikan berada di bawah pengawasan ketat pimpinan.
Tak hanya simbolis, rapat ini dihadiri langsung oleh Aspers Kasdam II/Sriwijaya selaku Wakil Ketua, sekretaris, hingga para Ketua Tim dari seluruh sub-bidang strategis. Mulai dari Pengawas, Litpers, Administrasi, Kesehatan, Jasmani, hingga Tim Pengamanan, semuanya memaparkan kesiapan detail—baik personel, teknis, hingga mekanisme pengawasan.
“Seleksi ini bukan formalitas. Ini menyangkut masa depan TNI AD dan kepercayaan publik,” menjadi benang merah penekanan Pangdam dalam forum tersebut. Seluruh panitia diminta satu persepsi dan satu komitmen: patuh aturan, objektif, dan bebas dari intervensi apa pun.
Pangdam juga menegaskan bahwa setiap tahapan seleksi harus mengacu penuh pada ketentuan hukum dan regulasi resmi TNI AD. Tidak ada ruang abu-abu. Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan. Setiap tim penguji diminta bekerja profesional demi melahirkan prajurit yang benar-benar layak, bukan hasil kompromi.
Yang menarik perhatian publik, seluruh proses rekrutmen dipastikan GRATIS. Tidak ada pungutan, tidak ada jalur belakang. Ini menjadi sinyal kuat bahwa TNI AD ingin menjaring putra-putra terbaik bangsa murni berdasarkan kemampuan, mental, fisik, dan integritas.
Untuk diketahui, pendaftaran online Calon Bintara PK Gelombang I telah dibuka sejak 8 hingga 28 Januari 2026, dilanjutkan dengan validasi fisik 12–31 Januari 2026. Sementara Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang I dibuka dari 8 Januari hingga 5 Februari 2026, dengan tahapan validasi atau daftar ulang mulai 15 Januari hingga 8 Februari 2026.
Dengan keterlibatan langsung Pangdam II/Sriwijaya dan sistem pengawasan berlapis, seleksi prajurit TNI AD 2026 di wilayah Sumatera Bagian Selatan dipastikan menjadi sorotan publik. Mampukah seleksi ini benar-benar bersih dan melahirkan prajurit unggul? Semua mata kini tertuju pada prosesnya.
(Jhony)











