MITRA MABES.COM//PALEMBANG – Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., mengikuti Rapat Evaluasi Bidang Pendidikan TNI Angkatan Darat Tahun 2026 secara virtual melalui Video Conference (Vicon), Senin (12/01/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Puskodalopsdam II/Sriwijaya, Palembang.
Rapat evaluasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dari pusat. Agenda strategis tersebut menjadi momen penting untuk mengukur efektivitas pelaksanaan pendidikan di seluruh satuan TNI AD sekaligus merumuskan langkah konkret peningkatan kualitas sumber daya manusia prajurit ke depan.
Dalam arahannya, Wakasad menegaskan bahwa kesehatan peserta didik merupakan faktor krusial yang tidak boleh diabaikan. Ia meminta seluruh jajaran agar terus memantau dan menjaga kondisi kesehatan prajurit yang sedang menempuh pendidikan, mulai dari kebersihan lingkungan, kesiapan fasilitas, hingga layanan kesehatan yang memadai.

“Fasilitas pendidikan harus memenuhi standar. Kebersihan dan kesehatan peserta didik wajib dijaga dan dimonitor setiap saat,” tegas Wakasad.
Mendampingi Pangdam II/Sriwijaya, turut hadir para pejabat utama Kodam II/Sriwijaya, di antaranya Danrindam II/Sriwijaya Brigjen TNI Lalu Habibburahim Wiradarma, S.I.P., M.Si., M.Han., Aspers Kasdam, Aslog Kasdam, Aster Kasdam, Kakesdam II/Sriwijaya, serta Karumkit AK Gani, Kapendam, dan Kazidam II/Sriwijaya. Kehadiran para pejabat ini memperkuat komitmen Kodam II/Sriwijaya dalam mendukung sistem pendidikan prajurit yang berkualitas dan berkelanjutan.
Evaluasi ini juga menyoroti pentingnya pembenahan sarana dan prasarana pendidikan, baik di tingkat Resimen Induk Kodam (Rindam) maupun lembaga pendidikan terpusat lainnya. Lingkungan belajar yang sehat dan representatif dinilai menjadi kunci utama dalam mencetak prajurit TNI AD yang profesional, tangguh, dan berintegritas tinggi.

Menutup kegiatan tersebut, Wakasad menginstruksikan agar seluruh satuan segera menindaklanjuti hasil evaluasi dan melaksanakan pembenahan secara nyata di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan TNI AD sekaligus meningkatkan kesiapan prajurit menghadapi tantangan tugas di masa mendatang.(Jhony)










