ICMI dan Bencana yang Kita Ciptakan Sendiri  

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitra Mabes.Com -Oleh: Tony Eka Candra Setiap kali hujan deras mengguyur nusantara, kita langsung menyalahkan “perubahan iklim global”. Padahal kamera drone dan laporan KLHK menunjukkan hal yang jauh lebih dekat dan memalukan: ribuan hektare hutan primer sudah lenyap diganti tambang ilegal dan kebun sawit tanpa izin, lereng-lereng gunung dikeruk tanpa reklamasi, rehabilitasi dan reboisasi, begitu juga dengan sungai-sungai menjadi kubangan lumpur cokelat. Banjir dan longsor yang menewaskan ratusan orang setiap tahun bukan semata “bencana alam”, melainkan bencana akibat keserakahan manusia yang kita biarkan.

Di sinilah saya bertanya: mana suara ICMI?

Organisasi yang mengklaim mewadahi puluhan ribu cendekiawan Muslim ini punya segalanya untuk menjadi game changer: jaringan sampai ke desa-desa, akses ke masjid dan pesantren, hubungan erat dengan pemerintah, dan—yang terpenting—legitimasi moral dari Al-Qur’an yang tegas melarang kerusakan di bumi (QS ar-Rum: 41). Tapi dalam beberapa tahun terakhir, ICMI mungkin lebih sering terdengar saat peluncuran buku atau bedah visi 2045 ketimbang saat gunung-gunung kita diratakan oleh eksavator ilegal.

Padahal potensinya luar biasa.

Bayangkan kalau ICMI serius:

1. Membentuk “Satgas Hijau ICMI” yang terdiri dari ahli geologi, hukum lingkungan, dan ulama sekaligus. Satgas ini bisa turun langsung ke daerah rawan untuk memetakan tambang ilegal dan illegal logging berbasis citra satelit, lalu menyerahkan data itu ke KPK dan KLHK dengan kop surat ICMI Pusat.

2. Mengeluarkan fatwa lingkungan nasional. Bukan sekadar seruan moral biasa, tapi fatwa yang diteken Majelis Ulama Indonesia bersama ICMI, yang menyatakan bahwa “mengambil hasil tambang atau menebang hutan tanpa izin negara yang sah hukumnya haram karena merusak mahluk Allah dan membahayakan nyawa kaum muslimin”. Satu fatwa seperti ini bisa membuat ribuan pekerja tambang ilegal berpikir ulang—karena takut dosa, bukan hanya takut razia.

3. Menggerakkan jaringan masjid dan pesantren untuk “Jumat Hijau”. Setiap khatib Jumat membaca khutbah standar 7 menit tentang larangan merusak lingkungan (sudah disiapkan ICMI pusat), disambung doa bersama untuk korban banjir. Dalam sebulan, ratusan ribu masjid di Indonesia akan menggema dengan pesan yang sama. Tak ada partai politik atau LSM mana pun yang punya jangkauan segila ini.

4. Menggandeng kampus-kampus Muhammadiyah dan NU (yang banyak anggotanya adalah pengurus ICMI) untuk program “Adopsi Daerah Aliran Sungai”. Mahasiswa KKN wajib memantau illegal logging di hulu, melapor lewat aplikasi, dan hasilnya dipresentasikan di sidang terbuka ICMI wilayah. Ini bukan lagi sekadar kuliah lapangan, tapi jihad lingkungan.

5. Mendesak Muhammadiyah dan NU untuk menolak atau mengembalikan hak izin tambang yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Aturan tersebut membuka peluang bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan untuk mengelola wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) di bekas konsesi PKP2B, yang berpotensi memperburuk kerusakan lingkungan akibat illegal mining dan bencana terkait.

Kenapa ini semua belum terjadi?

Apakah karena ICMI terlalu sibuk menjaga hubungan baik dengan penguasa dan pengusaha—banyak di antaranya apakah mungkin justru aktor di balik tambang dan kebun ilegal? Karena lebih nyaman bicara “moderasi beragama” di hotel berbintang ketimbang turun ke lumpur tambang ilegal atau hutan lindung yang jadi kebun sawit. Apakah karena takut disebut “anti-investasi” atau “menghambat pembangunan”?

Padahal Rasulullah sendiri pernah memarahi orang yang menebang pohon sidr di tanah haram hanya karena “mengganggu pandangan”. Apa kata beliau kalau melihat hutan-hutan kita yang sudah hilang karena tambang liar?

ICMI punya modal besar: otak dan otoritas moral. Kalau modal itu terus disimpan di lemari besi seminar dan musyawarah nasional, maka setiap ada banjir bandang yang menewaskan ratusan orang atau longsor yang mengubur banyak warga, darah mereka ada juga di tangan kita—termasuk di tangan para cendekiawan Muslim yang diam.

Sudah waktunya ICMI turun dari mimbar intelektual yang dingin ke medan perjuangan yang berlumpur.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Kalau bukan cendekiawan Muslim, siapa lagi?

Wallahu a’lam.

Tapi bumi nusantara ini sudah tak sanggup lagi menunggu.

(Trimo Riadi)

Berita Terkait

Polres Kaur Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Nala 2026, Fokus Tekan Pelanggaran dan Laka Lantas.
Polres Kaur Terima Laporan Orang Hilang, Masyarakat Diminta Bantu Informasi.
Musyawarah Desa Penyampaian LPJ Realisasi APBDes Tahun Anggaran 2025 Desa Hutan Ayu Admin 04 Febuari 2026.
Dirbinmas Polda Jambi Hadiri HUT ke-48 SMAN 3 Kota Jambi, Dorong Pelajar Berkarakter dan Adaptif
Polsek Rimbo Bujang Kawal Pelatihan Petani Karet oleh Utusan Michelin dan NGO Stara Jambi
Kapolsek Bontomatene Temui Langsung Kades Tanete, Klarifikasi Isu Illegal Fishing Pantai Timur Yang Beredar di Medsos
Ikuti Sosialisasi di Polda Sulsel, Kapolres Selayar Perintahkan Anggota Dalami KUHP 2023 dan KUHAP 2025
Bersama Tiga Pilar, Babinsa, Kopda Frengki Suwito., Bhabinkamtibmas, Aipda Azis Muslim, Pj, penghulu, Jeprianto, dalam rangka sosialisasi pencegahan rawan kebakaran.

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:53 WIB

Polres Kaur Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Nala 2026, Fokus Tekan Pelanggaran dan Laka Lantas.

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:47 WIB

Polres Kaur Terima Laporan Orang Hilang, Masyarakat Diminta Bantu Informasi.

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:42 WIB

Musyawarah Desa Penyampaian LPJ Realisasi APBDes Tahun Anggaran 2025 Desa Hutan Ayu Admin 04 Febuari 2026.

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:07 WIB

Dirbinmas Polda Jambi Hadiri HUT ke-48 SMAN 3 Kota Jambi, Dorong Pelajar Berkarakter dan Adaptif

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:55 WIB

Polsek Rimbo Bujang Kawal Pelatihan Petani Karet oleh Utusan Michelin dan NGO Stara Jambi

Berita Terbaru