Suara Kritis dari Sesama Perangkat Desa: Uang Sebesar Itu Harusnya Bermanfaat untuk Warga – Minta Camat Tidak Setujui & Bupati Pertimbangkan Kembali

Minggu, 30 November 2025 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEBO || MBS – Wadidau, heboh! Informasi seputar rencana perangkat Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, pergi studi banding ke Yogyakarta sedang beredar di masyarakat. Namun, di balik harapan untuk menimba pengetahuan, muncul suara kritis dari sebagian rekan sesama perangkat desa yang menolak ikut serta. Alasannya? Tuduhan pemborosan anggaran yang mencapai kurang lebih Rp100 juta.

“Daripada habis di studi banding, mending digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat di desa saja,” ujar salah satu sumber kepada media ini.

Menurut mereka, uang sebesar itu bisa lebih berarti jika dialokasikan untuk kebutuhan dasar masyarakat Desa Sungai Aro – seperti perbaikan infrastruktur, bantuan keuangan bagi warga miskin, atau program pemberdayaan yang benar-benar meresapi kehidupan warga. Desa ini terletak pada ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dengan kode pos 37572.

Sumber juga mengajukan permintaan kepada pihak berwenang: “Kami minta Camat Tebo Ilir agar tidak menyetujui rencana ini dan mempertimbangkan kembali. Bupati Tebo juga harus ikut mempertimbangkan keberangkatan kades dan beberapa perangkat desa untuk studi banding ke Jogja ini.”

Yang lebih menyakitkan, kata sumber tersebut, adalah anggaran yang digunakan berasal dari uang negara. “Hanya menghabiskan uang negara tanpa hasil yang jelas,” tuturnya dengan nada.

Media ini sudah mencoba menghubungi Kepala Desa Sungai Aro melalui pesan singkat WhatsApp untuk mendapatkan penjelasan terkait rencana studi banding ini. Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan apapun yang diterima.

Pertanyaan besar kini muncul: apakah studi banding ini benar-benar akan memberikan manfaat yang sebanding dengan biayanya untuk warga Desa Sungai Aro, ataukah akan menjadi contoh pemborosan anggaran yang tak perlu? Semua mata kini tertuju pada langkah camat, bupati, dan pihak desa, menunggu penjelasan dan keputusan yang bijak.

Media ini akan terus update setiap hasil perkembangan masalah rencana studi banding ini.(Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dana Desa Sudah Ada, Tapi Tidak Ada Tanda Kerja – Kadus Kata Kendala Hibah, Warga Minta Bupati & Polisi Turun Tangan
Dana Tanam Jagung 1 Hektar & Beli Sapi Menjadi Sorotan : Minta Bupati, Inspektorat, Kejaksaan & Kapolres Segera Turun Tangan!
Danrem 043/Garuda Hitam Hadiri Rangkaian Peringatan HUT Ke-80 Korps Marinir di Marines ECO Park Brigif 4 Marinir/BS
Bhabinkamtibmas dan Babinsa Gerak Cepat Pantau Desa Terdampak Banjir di Pantai Cermin Sergai
Peduli Banjir, Polres Tebing Tinggi Salurkan Bantuan Makanan untuk Warga Terdampak
Polres Lampung Tengah Gelar Apel Siaga dan Patroli KRYD Akhir Pekan, Cegah Balap Liar dan Kejahatan Jalanan
Polres Pagar Alam Gelar Patroli Skala Besar, Wujudkan Kota Aman di Malam Akhir Pekan
Polres Pagar Alam Gelar Patroli Skala Besar, Wujudkan Kota Aman di Malam Akhir Pekan

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 17:43 WIB

Dana Desa Sudah Ada, Tapi Tidak Ada Tanda Kerja – Kadus Kata Kendala Hibah, Warga Minta Bupati & Polisi Turun Tangan

Minggu, 30 November 2025 - 17:33 WIB

Dana Tanam Jagung 1 Hektar & Beli Sapi Menjadi Sorotan : Minta Bupati, Inspektorat, Kejaksaan & Kapolres Segera Turun Tangan!

Minggu, 30 November 2025 - 17:16 WIB

Danrem 043/Garuda Hitam Hadiri Rangkaian Peringatan HUT Ke-80 Korps Marinir di Marines ECO Park Brigif 4 Marinir/BS

Minggu, 30 November 2025 - 17:16 WIB

Suara Kritis dari Sesama Perangkat Desa: Uang Sebesar Itu Harusnya Bermanfaat untuk Warga – Minta Camat Tidak Setujui & Bupati Pertimbangkan Kembali

Minggu, 30 November 2025 - 15:43 WIB

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Gerak Cepat Pantau Desa Terdampak Banjir di Pantai Cermin Sergai

Berita Terbaru