Bener Meriah, – MBS
Penangkapan seorang bandar sabu di Kabupaten Bener Meriah yang mengaku di bekingi oknum aparat kepolisian setempat sempat viral melalui vidio yang beredar di media sosial baru-baru ini, hal ini sontak kembali memantik sorotan publik,Kasus ini kian menuai polemik dan penuh tanda tanya besar !!
Menanggapi informasi serta vidio yang beredar Ketua Dewan Pimpinan Cabang Generasi Anti Narkotika Nasional (DPC GAAN) Aceh Tengah, Yusra Efendi, mengecam keras praktik yang dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi dan penghianatan terhadap bangsa.
Menurutnya, apabila benar keterlibatan oknum aparat terkonfirmasi, maka hal itu merupakan preseden buruk yang meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum secara khusus kepada institusi Polri.
“Ini bukan sekadar persoalan pidana narkotika, tetapi sudah menyentuh ranah moral dan marwah institusi. Jika ada oknum polisi yang justru menjadi pelindung jaringan narkoba, itu berarti kita sedang menghadapi ancaman serius terhadap supremasi hukum,karena pada sejatinya merekalah tempat kita berlindung dan meminta petunjuk serta keadilan ini sebuah penghianatan konspirasi ini tidak bisa di biarka, Say Tu No Drugs astinya ini berlaku kepada siapapun tak terkecuali oknum APH ” tegas Yusra Efendi, Jumat (29/8/2025).
Lebih lanjut, GAAN Aceh Tengah mendesak bapak Kapolda Aceh serta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh untuk segera turun tangan mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan. Tindakan tegas dinilai bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada para pelaku, tetapi juga untuk membersihkan institusi penegak hukum dari praktik-praktik kotor yang merusak keadilan.
Yusra juga menekankan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja di tengah opini publik yang terus berkembang. Transparansi, akuntabilitas, serta keberanian institusi hukum dalam menindak tegas oknum aparat yang terlibat menjadi kunci untuk memulihkan kembali kepercayaan masyarakat.
“Perang melawan narkoba bukan bisa dimenangkan dengan slogan. Kita butuh tindakan nyata, keberanian, dan integritas. Jika aparat justru menjadi beking bandar sabu, maka negeri ini sedang dalam keadaan darurat moral dan hukum, dan sekali lagi saya menyatakan saya tidak akan diam dan trus memerangi narkoba dengan cara saya” tambahnya.
Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi institusi Polri dan BNN. Publik menanti langkah konkret aparat penegak hukum dalam membuktikan bahwa hukum masih berdiri di atas segala kepentingan.