Indramayu, Mitramabes.com – Proyek rehabilitasi jalan rabat beton di Desa Sumuradem Timur blok Serekat, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau DPC Indramayu menuding proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu tersebut diduga bermasalah. Mereka menduga adanya pengurangan volume pekerjaan dan praktik curang yang dapat merugikan negara.
Menurut Tim Investigasi LSM Harimau, pelaksana proyek CV Dade diduga sengaja mengurangi volume dengan mengurug sebagian area jalan menggunakan material beskos. Ironisnya, pengurugan ini tidak merata dan hanya dilakukan di bagian tengah, sementara sisi jalan dibiarkan tanpa urugan yang memadai. Praktik ini diduga untuk mengelabui auditor internal saat proses monitoring dan evaluasi.
LSM Harimau meminta untuk diusut tuntas terkait volume dan spesifikasi kegiatan rabat beton tersebut.
”Kami menduga ada upaya sistematis untuk mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan demi keuntungan pribadi. Pengurugan yang tidak merata ini jelas akan berdampak pada kekuatan dan ketahanan jalan ke depannya.” Ujar Ketua LSM Harimau DPC Indramayu, Jumanto, Sabtu (30/8/2025).
Ia mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh. Mereka berharap dugaan pelanggaran ini ditindak tegas untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran pemerintah.
(Tim)