Jacob Ereste : *Korban Dari Ijazah Yang Diduga Palsu*

Minggu, 13 April 2025 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah ijazah palsu yang sedang bergulir di pengadilan dan terus mendapat tekanan dari warga masyarakat telah menyeret berbagai pihak ikut terlibat, baik secara langsung maupun tidak. Sehingga pihak Universitas Gajah Mada pun terseret masuk dalam pertikaian hingga akan didatangi oleh warga masyarakat pada 15 April 2025 untuk memperoleh keterangan yang pasti tentang ijazah yang disangsikan keasliannya.

Dalam berbagai persidangan, permintaan kepada pihak yang dianggap menggunakan ijazah palsu itu pun tidak pernah bisa ditunjukkan. Padahal, masalahnya dapat segera dianggap selesai bila ijazah yang dimaksud asli itu dapat ditunjukkan di pengadilan.

Menjelang kehadiran warga masyarakat luas untuk mendatangi Universitas Gajah Mada pada 15 April 2025 muncul berbagai tanggapan dan pendapat, baik yang meyakinkan bahwa ijazah dari Fakultas Kehutanan UGM itu asli atau palsu semakin ramai dan banyak beredar di berbagai media massa, termasuk munculnya Tim Kuasa Hukum Joko Widodo sebagai pihak yang dianggap menggunakan ijazah palsu itu, sehingga Tim Kuasa Hukumnya ikut mempersiapkan langkah hukum soal tudingan ijazah palsu yang ditudingkan pada Joko Widodo.

Masalah dugaan ijazah palsu Joko Widodo menjadi semakin rumit dan ruet berbagai pihak lain memberikan komentar

Mantan Rektor UGM Prof. Dr Sofyan Efendi menyampaikan pernyataan tegas terkait polemik keaslian ijazah dan skripsi Joko Widodo itu secara terbuka melalui media massa (Saeitku.Id, 12 April 2025). Dan Universitas Gajah Mada belum menunjukkan keberanian untuk menjawab secara jujur masalah ijazah palsu yang dianggap bermasalah itu.

Lalu muncul sebutan Ijazah Joko Widodo itu dikeluarkan oleh Fakultas Kehutanan Jurusan Teknologi Kayu UGM yang langsung mendapat bantahan dari Prof. Mohammad Naiem yang memastikan bahwa tidak ada Program Studi Teknologi Kayu sejak UGM berdiri sampai sekarang, tandasnya. Karena yang ada hanya 4 jurusan di Fakultas Kehutanan UGM yang resmi, yaitu Sulvikuktur, Manajemen Hutan, Teknologi Hasil Hutan dan Konservasi Sumber Daya Hutan.

Kontraversi semakin memburuk telah menyeret UGM jadi terperosok dengan pernyataan seorang Guru Besar Hukum Pidana UGM yang menyatakan bahwa ijazah Joko Widodo asli, tapi hilang entah dimana dari arsip, katanya. Hingga seakan-akan ijazah Joko Widodo sebelumnya telah tersimpan di Pusat Data UGM.

Semakin meluasnya pendapat yang meyakini ijazah yang digunakan oleh Joko Widodo itu palsu, justru berasal dari para pembelanya yang tidak masuk akal. Karena itu, Prof. Dr. Sofian Efendi menyerukan agar pihak UGM khususnya para pemimpin Fakultas dan Universitas memiliki keberanian moral untuk menyampaikan kebenaran. Artinya, janganlah mempertaruhkan nama baik UGM dan gelar serta jabatan yang ada hanya untuk menutupi kepalsuan yang kelak akan terkuak juga. Pertaruhan ini bukan hanya sebatas nama baik dan reputasi semata, tapi dampak moralitasnya bagi masyarakat yang kehilangan rasa kepercayaan pada nilai-nilai akademik yang dimiliki oleh yang bersangkutan termasuk perguruan tinggi di Indonesia.

Masalah dugaan ijazah palsu yang dimiliki Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan UGM bisa dengan mudah dihentikan bila Joko Widodo sendiri ingin melakukannya dengan cara yang mudah menunjukkan saja ijazah sarjana dari Fakultas Kehutanan UGM yang diakui miliknya itu, baik yang disebut insinyur atau yang doktorandus. Tapi masalahnya — jika pun ijazah itu asli — Joko Widodo sendiri memang ingin ada kegaduhan yang terus membicarakan dirinya agar tidak tenggelam dari peredaran politik nasional.

Sungguhkah maksud Joko Widodo seperti itu ? Yang pasti, semua tetap menjadi bagian dari misteri yang dirahasiakan Joko Widodo sendiri, seperti ijazahnya yang asli atau ijazah yang palsu. Meski akibatnya telah menjadi pertaruhan yang sangat besar resikonya. Termasuk terbelahnya warga masyarakat yang mendukung dan menyangsikan ijazah yang palsu itu.

Banten, 13 April 2025

Berita Terkait

Dari Patroli Rutin Hingga Pengaturan di Jalan Raya, Samapta Polres Perkuat Kehadiran di Masyarakat
Wakapolres Langkat Jadi Pembina Upacara di SMK Negeri 1 Stabat, Tekankan Disiplin dan Bahaya Narkoba
Polsek Tanjung Pura Laksanakan Program Police Go To School di SMK Negeri 1 Tanjung Pura
‎Bupati Tapanuli Utara Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam.
Pemkab Tebo Lantik Lima Pejabat Eselon II, Tandai Berakhirnya Seleksi Terbuka JPT
Dinkes Palas Gelar Bimtek Kelompok Kerja Operasional Posyandu.
Lapas Tebing Tinggi Laksanakan Pemeliharaan Senjata Api, Perkuat Keamanan dan Kesiapan Petugas.
Polres Lampung Tengah Pastikan Haul dan Harlah Ponpes Wali Songo Berjalan Aman dan Kondusif

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 12:08 WIB

Dari Patroli Rutin Hingga Pengaturan di Jalan Raya, Samapta Polres Perkuat Kehadiran di Masyarakat

Senin, 19 Januari 2026 - 11:13 WIB

Wakapolres Langkat Jadi Pembina Upacara di SMK Negeri 1 Stabat, Tekankan Disiplin dan Bahaya Narkoba

Senin, 19 Januari 2026 - 10:36 WIB

Polsek Tanjung Pura Laksanakan Program Police Go To School di SMK Negeri 1 Tanjung Pura

Senin, 19 Januari 2026 - 10:36 WIB

‎Bupati Tapanuli Utara Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam.

Senin, 19 Januari 2026 - 10:00 WIB

Pemkab Tebo Lantik Lima Pejabat Eselon II, Tandai Berakhirnya Seleksi Terbuka JPT

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

SD Negri 02 Kel.Kandis Kota Mendapat Juara 1 Umum Futsal

Senin, 19 Jan 2026 - 12:20 WIB