Sigap Kapolres Melawi Berikan  Himbau Kepada  Masyarakat Waspada, Saat  Terjadi Gempa Tektonik di Desa Nanga Kayan,

Selasa, 6 Agustus 2024 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitramabes.Com.Melawi Kalbar Gempa tektonik pada hari selasa tanggal 6 agustus 2024 pukul 03.33:01 WITA terjadi di Desa Nanga Kayan Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Propinsi Kalimantan Barat, hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menunjukan gempa memiliki parameter M=3.5 Episenter gempa bumi terletak pada koordinat -0.32 Lintang Utara (LU) dan 111.60 Bujur Timur (BT), tepatnya berlokasi 42 Km Barat Laut Kabupaten Melawi pada kedalaman 10 Km.

Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Muhammad Syafi’i, S.I.K., S.H., M.H menyampaikan himbauan kepada masyarakat khususnya Desa Nanga Kayan dan sekitarnya agar meningkat kewaspadaan, selasa (6/8/2024).

“Kepada masyarakat kami menghimbau tetap waspada, tetap tenang, tidak panik dan selalu mendapatkan update informasi terbaru dari pihak terkait khususnya BMKG,” ujar AKBP Muhammad Syafi’i.

Lanjutnya, Polres Melawi akan melakukan langkah langkah antisipasi dan segera akan melakukan pengecekan langsung bersama instansi terkait guna memastikan situasi di Desa Nanga Kayan akibat gempa yang terjadi.

 

“Kami segera akan terjun langsung kelapangan, berharap akibat gempa tidak berdampak langsung kepada kehidupan masyarakat,” terang Kapolres Melawi.

Sementara itu, Kepada BMKG Melawi Rully Apandi membenarkan telah terjadi gempa tektonik di Desa Nanga Kayan, Ia menjelaskan jenis gempa bumi kedalaman dangkal yang diakibatkan aktivitas sesar aktif, lanjutnya gempa berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di bulungan dengan intensitas II-III MMI,getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan akan ada truck berlalu.

Rully menambahkan, pada hari yang sama gempa susulan terjadi pada pukul 11: 12. 15 WITA, dari hasil monitoring BMKG gempa belum menunjukan adanya aktivitas gempa bumi susulan (Aftershock).

“Kami merekomendasikan kepada masyarakat Desa Nanga Kayan dan sekitarnya agar tetap tenang, selalu waspada, tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar dan memastikan informasi resmi bersumber dari BMKG Melawi (Instagram/Twitter @infoBMKG), Website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android):wrs-bmkg (username:pemda password:pemda-bmkg atau infobmkg),” pungkas Kepala BMKG Melawi.Red,hd MBS,,,

Berita Terkait

Polsek Rantau Bayur Gelar Patroli Kaki di Keramaian Tebing Abang untuk Jaga Kondusivitas*
Sabu Disembunyikan di Kotak Rokok, Pengedar Dipelimpahkan ke Satresnarkoba Polres Tanjab Barat.
Pemdes Pangkalan Nyirih Gelar Evaluasi Kinerja Lembaga Desa Tahun 2026 Admin 19 Januari 2026.
Pengurus swadaya Dusun tiga sai pabaso anti di kritik Tapung hulu (18 /01/ 2026).
Respon Cepat Polsek Kubu, dan Tim Opsnal Satreskrim Polres Rohil, Misteri Temuan Mayat di Teluk Nilap Terungkap Penyebab Kematian nya Lewat Autopsi.
*Desa Seuneubok Saboh Kecamatan Pante Bidari Oknum Kaur Pembangunan Diduga Menghambatkan Bantuan Dari Pusat Hunian Rumah Sementara (Huntara) Kepada Masyarakat Korban Banjir*
PKN MAPALA Se-Indonesia dan PKD MAPALA Se-Indonesia Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Musholla MAPALA Se-Indonesia
Polsek Salapian Ungkap Kasus Peredaran Narkotika di Desa Turangi, Satu Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:08 WIB

Polsek Rantau Bayur Gelar Patroli Kaki di Keramaian Tebing Abang untuk Jaga Kondusivitas*

Senin, 19 Januari 2026 - 21:12 WIB

Sabu Disembunyikan di Kotak Rokok, Pengedar Dipelimpahkan ke Satresnarkoba Polres Tanjab Barat.

Senin, 19 Januari 2026 - 21:01 WIB

Pengurus swadaya Dusun tiga sai pabaso anti di kritik Tapung hulu (18 /01/ 2026).

Senin, 19 Januari 2026 - 20:57 WIB

Respon Cepat Polsek Kubu, dan Tim Opsnal Satreskrim Polres Rohil, Misteri Temuan Mayat di Teluk Nilap Terungkap Penyebab Kematian nya Lewat Autopsi.

Senin, 19 Januari 2026 - 19:49 WIB

*Desa Seuneubok Saboh Kecamatan Pante Bidari Oknum Kaur Pembangunan Diduga Menghambatkan Bantuan Dari Pusat Hunian Rumah Sementara (Huntara) Kepada Masyarakat Korban Banjir*

Berita Terbaru